Page 301 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 301
Judul BLT Subsidi Gaji Cair, 56,4% Pekerja Kontrak
Nama Media okezone.com
Newstrend BLT BPJS Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://economy.okezone.com/read/2021/07/31/320/2448877/blt-
subsidi-gaji-cair-56-4-pekerja-kontrak?page=1
Jurnalis Adhyasta Dirgantara
Tanggal 2021-07-31 12:56:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Bantuan subsidi upah atau BLT subsidi gaji segera dicairkan pemerintah. Penerima bantuan
subsidi upah dapat memanfaatkan insentif tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa
pandemi. "Ini menurut survei bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
(TNP2K), BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Sekretariat Wakil
Presiden," ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu
(31/7/2021).
BLT SUBSIDI GAJI CAIR, 56,4% PEKERJA KONTRAK
Bantuan subsidi upah atau BLT subsidi gaji segera dicairkan pemerintah. Penerima bantuan
subsidi upah dapat memanfaatkan insentif tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa
pandemi.
"Ini menurut survei bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),
BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Sekretariat Wakil Presiden," ujar
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).
Ia menyebutkan, survei tersebut dilakukan kepada 1.798 orang di 90 kabupaten/kota di 34
provinsi pada 24 Maret 2021-5 Mei 2021.
Selain itu, survei turut menunjukkan bahwa 56,4% penerima BSU adalah Pekerja Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) atau pekerja kontrak dan rata-rata memiliki gaji pokok Rp2,9 juta, atau
penghasilan keseluruhannya (termasuk tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, lembur, serta
tunjangan lain) sebesar Rp3,5 juta.
Kemudian, tambah dia, sebanyak 91,1% peserta program tercatat menggunakan bantuan untuk
belanja pangan dan hanya 6,9% digunakan untuk menabung.
Sementara itu, 62% peserta penerima mengaku sempat mengalami kesulitan dalam mencukupi
kebutuhan sehari-hari di masa awal Covid-19.
300

