Page 305 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 305

Sebagaimana diketahui, Pasal 3 Ayat (2d) Permenaker No. 16/2021 mensyaratkan pekerja yang
              mendapat Bantuan Subsidi Upah (BSU) adalah yang bekerja di wilayah PPKM level 3 dan 4.
              Namun,  Sekretaris  Jenderal  Organisasi  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (OPSI)  Timboel  Siregar
              mengatakan  lampiran  dalam  regulasi  tersebut  belum  menjangkau  seluruh  wilayah  dengan
              kriteria tersebut.

              Dia memberi contoh pada kasus ditetapkannya Kota Medan dan Sibolga sebagai daerah yang
              masuk level 4 oleh Gubernur Sumatra Utara. Terdapat pula 22 daerah yang masuk PPKM Level
              3  yaitu  Asahan,  Dairi,  Deli  Serdang,  Humbang  Hasundutan,  Karo,  Binjai,  Gunungsitoli,
              Pematangsiantar, Sibolga, Tebingtinggi, Labuhanbatu, Nias, Nias Utara, Pakpak Bharat, Samosir,
              Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Toba
              Samosir.

              Namun dalam lampiran Permenaker, wilayah yang mendapatkan BSU di Provinsi Sumatera Utara
              hanya Kota Medan dan Sibolga, sementara 22 daerah lainnya yang ditetapkan dalam PPKM Level
              3 tidak masuk sebagai wilayah penerima BSU.

              "Padahal daerah-daerah PPKM level 3 tersebut ada yang menjadi daerah basis industri dengan
              banyak pekerja. Akibatnya, akan banyak pekerja di level 3 yang terdiskriminasi mendapatkan
              BSU," kata Timboel dalam pesan instan, Sabtu (31/7/2021).
              Dia menilai Permenaker tersebut dan lampirannya tidak sesuai dengan kondisi riil penetapan
              PPKM level 3 dan 4 di masing-masing daerah. Selain Sumatra Utara, situasi serupa ditemui di
              daerah lain seperti daerah yang masuk level 3 di Nusa Tenggara Barat dan Kota Bitung yang
              masuk level 4 di Sulawesi Utara.

              "Sebelum  BSU  dilaksanakan,  untuk  memastikan  konsistensi  regulasi  dan  tidak  menimbulkan
              diskriminasi bagi pekerja, segeralah Menteri Ketenagakerjaan merevisi lampiran Permenaker No.
              16/2021," katanya.







































                                                           304
   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310