Page 309 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 309
Judul Wamenkeu: Penerima manfaatkan BSU untuk kebutuhan hidup masa
pandemi
Nama Media antaranews.com
Newstrend BLT BPJS Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/2299230/wamenkeu-penerima-
manfaatkan-bsu-untuk-kebutuhan-hidup-masa-pandemi
Jurnalis Agatha Olivia Victoria/Satyagraha
Tanggal 2021-07-31 12:16:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan penerima bantuan subsidi upah (BSU)
dapat memanfaatkan insentif tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi. "Ini
menurut survei bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), BPJS
Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Sekretariat Wakil Presiden," ujar Suahasil
dalam diskusi daring di Jakarta, Sabtu.
WAMENKEU: PENERIMA MANFAATKAN BSU UNTUK KEBUTUHAN HIDUP MASA
PANDEMI
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan penerima bantuan subsidi upah (BSU)
dapat memanfaatkan insentif tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi.
"Ini menurut survei bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),
BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Sekretariat Wakil Presiden," ujar
Suahasil dalam diskusi daring di Jakarta, Sabtu.
Ia menyebutkan, survei tersebut dilakukan kepada 1.798 orang di 90 kabupaten/kota di 34
provinsi pada 24 Maret 2021-5 Mei 2021.
Selain itu, survei turut menunjukkan bahwa 56,4 persen penerima BSU adalah Pekerja Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau pekerja kontrak dan rata-rata memiliki gaji pokok Rp2,9 juta,
atau penghasilan keseluruhannya (termasuk tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, lembur,
serta tunjangan lain) sebesar Rp3,5 juta.
Kemudian, tambah dia, sebanyak 91,1 persen peserta program tercatat menggunakan bantuan
untuk belanja pangan dan hanya 6,9 persen digunakan untuk menabung.
Sementara itu, 62 persen peserta penerima mengaku sempat mengalami kesulitan dalam
mencukupi kebutuhan sehari-hari di masa awal COVID-19.
308

