Page 345 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 345

PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH KEPADA PEKERJA
              PATUH KEPESERTAAN JAMSOSTEK

              Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja Indonesia
              yang  terdampak  Pandemi  Covid-19.  BPJS  Ketenagakerjaan  (BPJAMSOSTEK)  juga  kembali
              dipercaya sebagai penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut. Tahun ini
              BSU menyasar 8.7 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

              Kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16
              tahun 2021. Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas
              maksimal upah menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan
              mengacu  pada  Upah  Minimum  yang  berlaku.  Sementara  untuk  masa  kepesertaan  aktif
              BPJAMSOSTEK ditentukan hingga bulan Juni 2021.

              Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM
              kategori Level 3 dan 4 di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk rekening bank yang bisa menerima
              BSU ini hanya diperkenankan menggunakan Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI,
              dan Bank BTN). Besaran BSU tahun 2021 mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan
              sekaligus atau total mencapai Rp 1 juta.
              Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BPJAMSOSTEK menyatakan, penggunaan kembali data yang
              dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan pentingnya data Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
              (Jamsostek)  valid.  Data  kepesertaan  BPJAMSOSTEK  tersebut  merupakan  bank  data  pekerja
              terbesar  di  Indonesia.  Untuk  itu  Anggoro  mengingatkan  pemberi  pekerja  untuk  tertib
              kepesertaan Jamsostek dan selalu menjaga validitas datanya. Para pekerja juga harus selalu
              memastikan telah mendapat perlindungan BPJAMSOSTEK.

              "Dengan  menjadi  peserta  BPJAMSOSTEK,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
              dan cek di HRD masing-masing," tegas Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.
              "Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
              Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Alamat Pemberi Kerja, Nama Ibu Kandung,
              Nomor Telepon Selular dan Alamat Email. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
              dapat berjalan lancar," tambah Anggoro.

              Anggoro  juga  mengungkapkan  penyerahan  data  BSU  dilakukan  secara  bertahap  kepada
              Kementerian  Ketenagakerjaan,  sebagai  pelaksana  teknis  BSU.  Hal  ini  untuk  memastikan
              penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.

              "Hari ini, Jumat (30/7), BPJAMSOSTEK menyampaikan sejumlah satu juta data peserta tahap
              pertama  yang  siap  untuk  disalurkan  dana  BSU  oleh  Kemnaker.  Kami  harapkan  proses
              penyampaian data dapat selesai pada Agustus 2021," tegas Anggoro  Pemberian BSU ini sengaja
              digulirkan oleh  Pemerintah  kepada  masyarakat pekerja  agar  roda perekonomian  dapat  terus
              berjalan dengan mempertahankan daya beli masyarakat.

              "Kami berharap para pekerja dapat segera mendapatkan dana BSU agar dapat bermanfaat untuk
              membantu  menopang  kebutuhan  hidup  sehari-hari  pekerja  dan  keluarga,  sekaligus
              menggerakkan perekonomian, sesuai dengan tujuan BSU ini," tutup Anggoro.

                                                           344
   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350