Page 436 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 436

PEMERINTAH KEMBALI MENYALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH BAGI PEKERJA

              Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja yang terdampak
              pandemi COVID-19 berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

              Kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Permenaker No.16/2021 dengan penyesuaian
              pada  kriteria  penerima, antara  lain  batas  maksimal  upah  menjadi  Rp3,5  juta  atau  jika  upah
              minimum setempat lebih tinggi, maka akan mengacu pada upah minimum yang berlaku.

              Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJAMSOSTEK ditentukan hingga Juni 2021, demikian
              penjelasan sejumlah ketentuan disiarkan via virtual yang dipantau di Jakarta, Jumat.

              Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak di wilayah PPKM kategori Level 3
              dan  4  di  seluruh  Indonesia.  Rekening  bank  yang  bisa  menerima  BSU  hanya  diperkenankan
              menggunakan Bank Himbara (BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN).
              Besaran BSU tahun 2021 mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan sekaligus atau
              total Rp1 juta.

              Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BPJAMSOSTEK menyatakan penggunaan kembali data yang
              dikelola  institusinya  untuk  BSU,  menunjukkan pentingnya  data  yang valid.  Data kepesertaan
              BPJAMSOSTEK tersebut merupakan bank data pekerja yang terbesar di Indonesia.

              Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan dan selalu menjaga
              validitas  datanya.  Para  pekerja  juga  harus  selalu  memastikan  telah  mendapat  perlindungan
              BPJAMSOSTEK.

              "Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, pekerja terlindungi dari risiko kerja, juga mendapatkan
              nilai tambah seperti BSU. Pastikan tertib data melalui aplikasi BPJSTKU dan cek di HRD masing-
              masing," ujar Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.

              "Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu nama lengkap
              pekerja, NIK, tempat dan tanggal lahir, nama ibu kandung, alamat sesuai KTP, alamat email
              yang aktif, dan nomor telepon selular. Mohon kerja sama pihak perusahaan agar proses ini dapat
              berjalan lancar," ujar Anggoro.

              Penyerahan  data  dilakukan  secara  bertahap  kepada  Kementerian  Ketenagakerjaan,  sebagai
              pelaksana teknis BSU.

              "Hari ini, Jumat, BPJAMSOSTEK menyampaikan 1 juta data peserta tahap pertama yang siap
              menerima BSU oleh Kemnaker. Kami harapkan total proses penyampaian data dapat selesai pada
              Agustus 2021," ucap Anggoro
              Pemberian BSU ini digulirkan oleh Pemerintah kepada pekerja agar roda perekonomian dapat
              terus berjalan dengan mempertahankan daya beli masyarakat.

              "Kami  berharap  para  pekerja  segera  menerima  BSU  untuk  membantu  menopang  kebutuhan
              hidup sehari-hari bersama keluarga," kata Anggoro.*





                                                           435
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441