Page 440 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 440

Menurut dia, langkah yang ditempuh generasi milenial harus mampu terus mengoptimalkan SDM
              dan adaptif dengan kemajuan teknologi.
              Di sisi lain, kata dia, para pelaku usaha di dunia usaha dan industri (DUDI) harus dapat mengelola
              dan memastikan para HR untuk concern terhadap potensi SDM milenial, sehingga kinerja, dan
              ketahanan  (resilience)  perusahaan  di  masa  pandemi  dapat  terus  tumbuh  untuk  membantu
              pertumbuhan ekonomi nasional.

              "Melalui  kesempatan  ini,  saya  berharap  acara  Ngopi  Daring  Nasional  ini  menjadi  program
              berkelanjutan  dan  menjadi  inspirasi  bagi  generasi  milenial,  sehingga  dapat  memberikan
              kontribusi yang lebih luas terhadap perekonomian nasional," kata Anwar Sanusi.

              Anwar Sanusi menjelaskan di masa pandemi COVID-19, gelombang pekerja berusia 18 hingga
              30 tahun telah memasuki angkatan kerja. Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik
              dengan  perkembangan  teknologi  dan  tak  mudah  memastikan  agar  kaum  milenial  ini  dapat
              bekerja dengan baik di perusahaan.
              Sementara penelitian oleh Gallup (2016) memperlihatkan hanya 29 persen karyawan milenial
              secara emosional dan perilaku terhubung erat (engaged) dengan pekerjaan dan perusahaan.

              "Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam
              kerja  namun  tidak  memberikan  yang  terbaik  untuk  perkembangan perusahaan,"  kata  Anwar
              Sanusi.

              Anwar Sanusi menambahkan generasi milenial di dunia kerja, menurut data dari Badan Pusat
              Statistik  (BPS)  2019,  tercatat  menempati  posisi  pertama  dengan  33,25  persen  dalam  hal
              komposisi  populasi  di  Indonesia.  Selanjutnya  peringkat  kedua  diraih  oleh  generasi  Z  (29,23
              persen), dan posisi ketiga oleh generasi X (25,74 persen), dan keempat, baby boomers (11,27
              persen).

              "Angka  statistik  ini  menunjukkan  bahwa  kemampuan  memaksimalkan  generasi  milenial  dan
              generasi  Z  menjadi  kunci  performa  bangsa  Indonesia  di  masa  depan,  dalam  menghadapi
              persaingan global sekaligus mendorong pertumbuhan produktivitas yang berdampak penguatan
              perekonomian Indonesia," ujar Anwar Sanusi.

              Sementara Elviandi Rusdy selaku Plt. Direktur Polteknaker, mengatakan bahwa hadirnya para
              milenial di masa pandemi COVID-19 dan revolusi industri 4.0 diharapkan mampu meningkatkan
              kompetensi  dan  produktivitas  sehingga  angkatan  kerja  yang  ada  di  Indonesia  dapat  diserap
              dengan baik.

              "Produktivitas kerja milenial di Indonesia saat ini masih sebesar 74,4 persen, masih di bawah
              rata-rata negara ASEAN sekitar 78,4 persen. Ini tantanganan bagi kita kaum milenial agar di
              masa pandemi dan revolusi industri ini terus melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas
              dan kompetensi," kata Anwar.
              (jpnn ).














                                                           439
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445