Page 443 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 443

BPJAMSOSTEK PALEMBANG PERCEPAT KOORDINASI DATA PEKERJA UNTUK
              SUBSIDI UPAH
              Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja Indonesia
              yang  terdampak  pandemi  COVID-19.  BPJamsostek  dipercaya  sebagai  penyedia  data  pekerja
              tahun ini.

              Kepala Cabang BPJamsostek Palembang, Zain Setyadi, mengatakan pihaknya akan secepatnya
              melakukan  koordinasi  dengan  perusahaan  atau  pemberi  kerja  agar  BSU  dapat  segera
              direalisasikan.

              "Bantuan  ini  diharapkan  dapat  membantu  pekerja  peserta  BPJamsostek  di  masa  pandemi,"
              katanya, Jumat (30/7).

              Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan
              terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun ini. Hal itu tertuang dalam Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan nomor 16 tahun 2021.

              "Tahun ini BSU menyasar 8,7 juta pekerja yang terdampak pandemi COVID-19," katanya.

              Antara lain batas maksimal upah menjadi Rp3,5 juta atau jika upah minimum setempat lebih
              tinggi,  maka  akan  mengacu  pada  upah  minimum  yang  berlaku,  masa  kepesertaan  aktif
              BPJamsostek ditentukan hingga Juni 2021. Penyaluran diberikan kepada pekerja terdampak yang
              berada di wilayah PPKM kategori level 3 dan 4 di seluruh Indonesia.
              Selanjutnya,  untuk  rekening  bank  yang  bisa  menerima  BSU  ini  hanya  diperkenankan
              menggunakan Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN). Besaran yang
              akan diterima mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan dan diberikan sekaligus atau total Rp 1 juta.

              "Penggunaan kembali data yang dikelola BPJamsostek untuk BSU, menunjukkan pentingnya data
              valid. Data kepesertaan tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia," katanya.

              Maka dari itu, Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan
              selalu menjaga validitas datanya. Para pekerja juga harus selalu memastikan telah mendapat
              perlindungan.

              "Dengan menjadi peserta, akan terlindungi dari risiko kerja, dan juga mendapatkan nilai tambah
              seperti BSU," katanya.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.

              "Kantor cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif," katanya.

              Adapun penyerahan data BSU dilakukan secara bertahap kepada Kementerian Ketenagakerjaan,
              sebagai  pelaksana  teknis  BSU.  Hal  ini  untuk  memastikan  penyaluran  bantuan  tepat  sasaran
              sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi.


              "Hari ini kami menyampaikan 1 juta data peserta tahap pertama yang siap untuk disalurkan dana
              BSU  oleh  Kemenaker.  Kami  harapkan  proses  penyampaian  data  dapat  selesai  pada  Agustus
              2021," katanya.





                                                           442
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448