Page 512 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 512

"Bantuan subsidi gaji atau upah tahun 2021 ini sedikit berbeda dengan BSU tahun 2020 yang
              lalu. Besaran bantuan subsidi gaji atau upah tahun ini sebesar Rp 500 ribu per bulan selama dua
              bulan yang akan diberikan sekaligus sebesar Rp 1.000.000 kepada pekerja atau buruh yang
              memenuhi persyaratan," kata Ida dalam konferensi pers, Jumat (30/7/2021).

              Diketahui, bantuan diberikan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun
              2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020 tentang
              Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/upah Bagi Pekerja/buruh Dalam
              Penanganan Dampak Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

              Adapun  beberapa  persyaratan  yang  harus  dipenuhi  penerima  bantuan,  di  antaranya
              pekerja/buruh  warga  negara  Indonesia  (WNI)  dibuktikan  dengan  NIK.  Selain  itu,  terdaftar
              sebagai  peserta  Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan  yang  masih  aktif  di  BPJS  Ketenagakerjaan
              dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai dengan Juni 2021.

              Persyaratan lainnya, pekerja mempunyai gaji atau upah paling banyak sebesar Rp 3500.000
              dengan ketentuan pekerja atau buruh yang bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi
              atau kabupaten kota lebih besar dari Rp 3.500.000. "Maka persyaratan gaji atau upah tersebut
              menjadi paling banyak sebesar upah minimum provinsi atau kabupaten kota dibulatkan ke atas.
              Sebagai contoh upah minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312, dibulatkan menjadi
              Rp 4.800.000," terang Ida.

              Persyaratan selanjutnya adalah bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 yang ditetapkan
              oleh pemerintah. Kemudian, diutamakan yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi,
              transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali pendidikan
              dan kesehatan.

              Adapun  BSU  disalurkan  secara  langsung  ke  rekening  bank  penerima  bantuan.  Ida
              mengungkapkan, bank penyalur BSU adalah bank milik negara yang terhimpun dalam Himpunan
              Bank  Negara  (Himbara).  Sementara  itu,  khusus  untuk  penyaluran  BSU  di  provinsi  Aceh
              menggunakan  bank  syariah  Indonesia.  "Bagi  yang  belum  memiliki  rekening,  Kemnaker  akan
              membukana  rekening  secara  kolektif.  Ini  dimaksudkan  agar  penyaluran dana  bantuan dapat
              lebih mudah, efektif, dan efisien," lanjut Ida.


































                                                           511
   507   508   509   510   511   512   513   514   515   516   517