Page 518 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 518

PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH UNTUK PEKERJA

              Jakarta,  Pemerintah  kembali  menyalurkan  Bantuan  Subsidi  Upah  (BSU)  kepada  para  pekerja
              Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19, Jumat (30/7/2021).

              Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) juga kembali dipercaya
              sebagai penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut.

              Penyalurkan bantuan tersebut diumumkan dan disampaikan secara simbolis secara virtual oleh
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dan Dirut BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, di Jakarta,
              Jumat (30/7/2021).

              Ida  Fauziyah  sambutannya  mengatakan,  kriteria  penerima  BSU  tahun  2021  tertuang  dalam
              Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 tahun 2021.

              Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas maksimal
              upah menjadi Rp 3,5 juta atau jika upah minimum setempat lebih tinggi, maka akan mengacu
              pada upah minimum yang berlaku.

              Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJamsostek, kata dia, ditentukan hingga bulan Juni
              2021.

              Penyaluran  dana  BSU  ini  diberikan  kepada  pekerja  terdampak  yang  berada  di  wilayah
              pemberlakuan  pembatasan  kegiatan  masyarakat  (PPKM)  kategori  Level  3  dan  4  di  seluruh
              Indonesia.

              Selanjutnya, kata Ida, untuk rekening bank yang bisa menerima BSU ini hanya diperkenankan
              menggunakan Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN). Besaran BSU
              tahun 2021 mencapai Rp 500.000 selama dua bulan yang diberikan sekaligus atau total nencapai
              Rp 1 juta.

              Anggoro Eko Cahyo, menyatakan, penggunaan kembali data yang dikelola institusinya untuk
              BSU,  menunjukkan  pentingnya  data  Jamsostek  yang  valid.  Data  kepesertaan  BPJamsostek
              tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia.

              Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan selalu
              menjaga  validitas  datanya.  Para  pekerja  juga  harus  selalu  memastikan  telah  mendapat
              perlindungan BPJamsostek.

              "Dengan  menjadi  peserta  BPJamsostek,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
              dan cek di HRD masing-masing", tegas Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.

              "Kantor cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu nomor induk
              kependudukan (NIK), nama lengkap, tanggal lahir, alamat pemberi kerja, nama ibu kandung,
              nomor telepon selular dan alamat email. Mohon kerja sama pihak perusahaan agar proses ini
              dapat berjalan lancar", tambah Anggoro.
              Anggoro  juga  mengungkapkan  penyerahan  data  BSU  dilakukan  secara  bertahap  kepada
              Kemnaker, sebagai pelaksana teknis BSU. Hal ini untuk memastikan penyaluran bantuan tepat
              sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.


                                                           517
   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523