Page 521 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 521

Ia berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi para pekerja/buruh dan
              perusahaan yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini.
              "Gunakanlah sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan dan
              terus optimistis, kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," ucapnya.

              Pekerja/buruh yang akan mendapat bantuan harus memenuhi seluruh persyaratan, yaitu WNI
              yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
              masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai
              dengan Juni 202.

              Pekerja  yang  berhak  mendapatkan  bantuan  harus  bergaji  paling  banyak  Rp3,5  juta, dengan
              ketentuan  pekerja/buruh  yang  bekerja  di  wilayah  dengan  upah  minimum  provinsi  atau
              kabupaten/kota lebih besar dari Rp3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling
              banyak sebesar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga ratus
              ribuan  penuh.  Sebagai  contoh  upah  minimum  Kabupaten  Karawang  sebesar  Rp4.798.312,00
              dibulatkan menjadi Rp4.800.000.

              "Persyaratan lainnya, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 yang
              ditetapkan pemerintah," ucapnya.

              Menurutnya, bantuan kali ini diutamakan untuk pekerja yang bekerja pada sektor industri barang
              komsumsi, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali
              jasa  pendidikan  dan  kesehatan.  Bantuan  juga  diprioritaskan  bagi  pekerja/buruh  yang  belum
              menerima program kartu prakerja, program keluarga harapan, atau progam bantuan produktif
              usaha mikro.

              Adapun terkait dengan mekanisme penyalurannya, BSU disalurkan langsung ke rekening bank
              penerima bantuan. Para penerima BSU yang memiliki mobile  banking langsung dapat cek di
              gadget-nya, atau bisa langsung cek ke ATM dan ke kantor cabang Bank Penyalur dengan tetap
              menjaga protokol Kesehatan.

              Bank Penyalur BSU adalah Bank Milik Negara yang terhimpun dalam HIMBARA yaitu Bank BNI,
              Bank  BRI,  Bank  Mandiri,  dan  Bank  BTN.  Khusus  untuk  penyaluran  dana  bantuan  kepada
              pekerja/buruh penerima bantuan di Provinsi Aceh, menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).
              “Bagi  penerima  bantuan  yang  belum  memiliki  rekening  di  bank  tersebut,  Kemnaker  akan
              membukakan rekening secara kolektif di Bank HIMBARA dan BSI agar penyaluran dana bantuan
              dapat lebih mudah, efektif dan efisien,” ucapnya.

              Ia  menyatakan  bahwa  BSU  pada  tahun  2021  sedikit  berbeda  dengan  BSU  tahun  2020  lalu.
              Besaran Bantuan subsidi gaji/upah tahun ini adalah sebesar Rp500 ribu /bulan selama dua bulan
              yang  akan  diberikan  sekaligus  sebesar  Rp  1  juta  kepada  pekerja/buruh  yang  memenuhi
              persyaratan.  Ia  juga  menyatakan,  data  calon  penerima  bantuan  bersumber  dari  data
              kepesertaan  BPJS  Ketenagakerjaan  yang  telah  dilakukan  verifikasi  dan  validasi  oleh  BPJS
              Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyaratan yang ditentukan oleh Permen Nomor 16 Tahun
              2021.  Kemudian  data  tersebut  dikirimkan  kepada  Kemnaker  untuk  lebih  lanjut  dilakukan
              penetapan penerima bantuan yang akan dilakukan pencairan.

              “Pemerintah  menggunakan  BPJS  Ketenagakerjaan  sebagai  sumber  data  karena  dinilai  paling
              akurat dan lengkap, sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh Pemerintah sebagai dasar
              pemberian bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.






                                                           520
   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525   526