Page 600 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 600
KEMNAKER TERIMA 1 JUTA DATA CALON PENERIMA BSU
JAKARTA, - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima data rekening 1 juta
peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dalam
penanganan dampak Covid-19. Kemnaker memperkirakan akan ada 8,7 juta penerima BSU. Data
ini bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16
Tahun 2021.
"Data 1 juta calon penerima BSU selanjutnya akan diperiksa oleh Kemnaker untuk memastikan
kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data.," ucap Menteri Ketenagakerjaan Ida
Fauziyah dalam Konferensi Pers tentang Serah Terima Data Tahap I Calon Penerima Bantuan
Subsidi Upah pada Jumat (30/7).
Ida mengatakan ada sejumlah variabel yang akan diperiksa sebagai syarat kelengkapan data
penerima BSU. Pertama yaitu syarat kewarganegaraan yaitu Warga Negara Indonesia yang akan
diperiksa melalui Nomor Induk Kependudukan.
Kedua yaitu Kemnaker akan melakukan pemadaman dengan data antara data penerima BSU
dengan penerima bantuan pemerintah lainnya yaitu kartu prakerja, program keluarga harapan,
dan program bantuan produktif usaha mikro.
BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai sumber data mengingat sampai saat ini data BPJS
Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap.
"Sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian secara
cepat dan tepat sasaran. Di samping juga memberikan apresiasi kepada pekerja perusahaan
yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Ida.
Kemnaker mendorong seluruh perusahaan yang belum menyerahkan data rekening
pekerjaannya agar segera menyerahkan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga dapat
membantu kelancaran proses penyaluran BSU. Besaran BSU sebesar Rp 500.000 dan diberikan
selama dua bulan dengan satu termin penyaluran.
"Begitu pula kepada para pekerja atau buruh yang memenuhi syarat tetapi belum menyerahkan
data nomor rekening bank ke perusahaan diharapkan segera menyerahkan kepada perusahaan
dan ini akan memperlancar pemberian BSU," ucapnya.
Dengan adanya program BSU ini pemerintah berharap dapat membantu meringankan beban
ekonomi para pekerja atau buruh dan juga perusahaan yang sedang sulit di masa pandemi
Covid- 19.
"Saya berharap bisa digunakan sebaik-baiknya dan saya mengingatkan untuk terus mematuhi
protokol kesehatan dan saya juga terus mengajak untuk terus optimis kita pasti bisa melewati
masa sulit ini," ucap Ida.
Dalam kesempatan yang sama Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyatakan
kesiapannya sebagai mitra pemerintah dalam memberikan data yang sesuai dengan ketentuan
regulasi pemberian BSU. Pihaknya akan berupaya penuh agar data pekerja yang diberikan bisa
sesuai dengan ketentuan pemerintah.
"Kami himbau kepada para pemberi kerja dan pekerja untuk memastikan data-data terupdate
dengan baik agar nantinya saat dilakukan penarikan data sesuai dengan yang diharapkan," ucap
Anggoro.
Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id).
599

