Page 608 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 608

bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh dalam penanganan dampak
              Covid-19 pada 28 Juli 2021.
              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan,  berdasarkan  kriteria  dalam  Permenaker
              tersebut, Kemnaker bersama BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan . Hingga saat ini, diestimasi
              sebanyak 8,7 juta orang pekerja/buruh menjadi calon penerima bantuan subsidi gaji/upah.

              Ida menyatakan, besaran subsidi gaji atau upah tahun 2021 sedikit berbeda dengan BSU tahun
              2020 yang lalu. Besaran subsidi gaji atau upah tahun ini sebesar Rp 500.000 per bulan selama
              dua bulan, yang akan diberikan sekaligus sebesar Rp 1 juta kepada pekerja atau buruh yang
              memenuhi persyaratan.

              "Jumlah data yang diberikan (BPJS Ketenagakerjaan) hari ini, kita memulai dari 1 juta calon
              penerima BSU dari estimasinya 8,7 juta pekerja akan menerima BSU. Jadi tentu data ini sangat
              dinamis melihat sesuai dengan ketentuan Permenaker tersebut," ujar Ida dalam konferensi pers
              virtual, Jumat (30/7).
              Ida menerangkan, data 1 juta calon penerima BSU dari BPJS Ketenagakerjaan, selanjutnya akan
              dicek, di- oleh Kemnaker untuk memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi
              data.

              Adapun variabel yang akan diperiksa adalah kelengkapan data. Antara lain, nomor rekeningnya,
              NIK,  sektornya.  Serta,  melakukan  pemadanan  dengan  data  penerima  bantuan  pemerintah
              lainnya.

              "Saya  juga  ingin  sampaikan  BPJS  Ketenagakerjaan  dipilih  sebagai  sumber  data  mengingat
              sampai saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap. Sehingga akuntabel
              dan valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian BSU secara cepat, dan tepat
              sasaran," kata Ida.

              Sebagai informasi berikut persyaratan calon penerima BSU tahun 2021 sebagai berikut:

              1. Warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan nomor induk kependudukan.

              2. Peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan
              bulan Juni 2021.

              3. Mempunyai gaji/upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta per bulan.

              4. Bekerja di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 (tiga) dan level 4
              (empat) yang ditetapkan oleh pemerintah.

              5. Diutamakan yang bekerja pada sektor usaha industri barang konsumsi, transportasi, aneka
              industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa kecuali jasa pendidikan dan kesehatan,
              sesuai dengan klasifikasi data sektoral di BPJS Ketenagakerjaan.

              Kemnaker  menyebutkan,  mekanisme  penyaluran  BSU  langsung  ke  rekening  bank  penerima
              bantuan. Bank penyalur adalah bank milik negara yang terhimpun dalam Himbara (BNI, BRI,
              Mandiri  dan  BTN).  Khusus  untuk  penyaluran  dan  bantuan  kepada  pekerja/buruh  penerima
              bantuan di Provinsi Aceh menggunakan Bank Syariah Indonesia.

              Bagi  penerima  bantuan  yang  belum  memiliki  rekenig  di  bank-bank  tersebut,  Kementerian
              Ketenagakerjaan akan membukakan rekening secara kolektif di bank himbara dan BSI. Hal ini
              dimaksudkan agar penyaluran dana bantuan dapat lebih mudah, efektif dan efisien.



                                                           607
   603   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613