Page 655 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 655

pembentukan  tim  seleksi  talenta  muda,  dan  peningkatan  talenta  muda.  Termasuk  juga
              pembentukan talent corner di BLK UPTP dan talent scouting inovator muda," ujarnya.
              Anwar Sanusi menambahkan, seiring makin cepatnya perubahan dunia ketenagakerjaan akibat
              proses  otomasi  industri  dan  dampak  COVID-19,  yang  mendorong  percepatan  penggunaan
              teknologi digital dan online, pihaknya telah menyiapkan strategi agar tetap bisa berperan dalam
              proses link and match pasar kerja yakni melalui pelatihan vokasi.

              Anwar Sanusi mengatakan, pelatihan vokasi memiliki keunggulan durasi relatif singkat, input
              peserta tidak terbatas usia tertentu (longlife learning), SDM pengajar adalah praktisi, fleksibilitas
              program  pelatihan  terhadap  perubahan  dunia  kerja,  program  pelatihan  yang  to  the  point
              terhadap kompetensi yang dibutuhkan, dan dapat dikombinasikan dengan program soceial safety
              net lain. Misalnya Kartu Prakerja, KIP, PKH, BPJS, dan lainnya.

              "Pelatihan vokasi menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada
              era digitalisasi lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi," katanya.
              Melalui  pelatihan  volasi,  lanjut  Anwar  Sanusi,  Kemnaker  telah  menyiapkan  enam  strategi
              menghadapi  transformasi  Ketenagakerjaan  akibat  revolusi  industri  4.0  dan  dampak  pandemi
              COVID-19.  Pertama,  analisa  dinamika  permintaan  dan  penawaran  ketenagakerjaan  akibat
              pandemi  COVID-19.  Kedua,  penyiapan  kompetensi-kompetensi  baru  melalui  pelatihan  kerja
              dengan konsep triple skilling.

              Ketiga,  mengoptimalkan  fungsi  pemagangan  untuk  menambah  pengalaman  kerja.  Keempat,
              peningkatan softskill dan produktivitas kerja. Kelima, melakukan redesain kurikulum dan metode
              dengan penedekatan human digital skill dan metode blended learning.

              "Keenam,  mengoptimalkan  proses  kolaborasi  antara  dunia  inudstri,  lembaga  diklat,
              Kadin/Apindo,  Asosiasi,  untuk  kebutuhan  kompetensi,"  katanya  Anwar  Sanusi  menjelaskan,
              untuk meningkatkan mutu pelatihan vokasi dan penguatan akses, Kemnaker telah mengeluarkan
              berbagai kebijakan. Mulai dari masuk BLK tanpa syarat umur dan latar belakang pendidikan;
              masifikasi  output  pelatihan  melalui  program  3R,  BLK  Komunitas,  triple  skilling;  penambahan
              instruktur pelatihan; perbaikan sarana dan prasaran latihan kerja; bantuan sarana, prasarana
              dan  program  untuk  LPKS;  pemagangan  nasional  bersama  Kadin,  Apindo  dan  industri;  dan
              pelatihan mentor dari industri.

              Anwar Sanusi mengungkapkan, kapasitas pelatihan vokasi nasional relatif cukup besar sepanjang
              mampu mengoptimalkan seluruh potensi seluruh lembaga-lembaga pelatihan. Ada 109 training
              center atau pusat pelatihan di 17 Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki kapasitas 1,2 juta
              orang; ada industri memiliki 799 pusat pelatihan yang mampu melatih kapasitas 1,4 juta orang;
              dan 2.127 BLK Komunitas berkapasitas 204.149 orang.

              Selain itu, masih ada 524 BLKLN dan 305 BLK Pemerintah dengan kapasitas 300.898 orang;
              5.020 LPK swasta, kapasitas 2.239.608 orang; dan sebanyak 1.874 LSP untuk sertifikasi dengan
              kapasitas 4.926.635 asesi.
              "Kalau semua diintegrasikan jumlahnya 5.443.181 orang/tahun. Dengan dukungan infrastruktur
              dan  potensi  yang  besar,  semoga  mampu  menjawab  tantangan  menghadapi  akibat  pandemi
              COVID-19 dengan komitmen yang kuat," kata Anwar Sanusi.








                                                           654
   650   651   652   653   654   655   656   657   658   659   660