Page 692 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 692

"Termasuk juga pembentukan talent corner di BLK UPTP dan talent scouting inovator muda,"
              ujarnya.
              Anwar menambahkan, seiring makin cepatnya perubahan dunia ketenagakerjaan akibat proses
              otomasi  industri  dan  dampak  Covid-19,  yang  mendorong  percepatan  penggunaan  teknologi
              digital dan online, pihaknya telah menyiapkan strategi agar tetap bisa berperan dalam proses
              link and match pasar kerja. Strategi itu, yakni melalui pelatihan vokasi.

              Anwar mengatakan, pelatihan vokasi memiliki keunggulan durasi relatif singkat, input peserta
              tidak terbatas usia tertentu (longlife learning), SDM pengajar adalah praktisi, fleksibilitas program
              pelatihan terhadap perubahan dunia kerja, hingga program pelatihan yang to the point terhadap
              kompetensi yang dibutuhkan.

              Tentu saja, pelatihan vokasi juga dapat dikombinasikan dengan program soceial safety net lain.
              Misalnya Kartu Prakerja, KIP, PKH, BPJS, dan lainnya.

              "Pelatihan vokasi menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada
              era digitalisasi lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi," katanya.

              Melalui pelatihan volasi, lanjut Anwar, Kemnaker telah menyiapkan enam strategi menghadapi
              transformasi Ketenagakerjaan akibat revolusi industri 4.0 dan dampak pandemi Covid-19.

              Pertama, analisa dinamika permintaan dan penawaran ketenagakerjaan akibat pandemi Covid-
              19. Kedua, penyiapan kompetensi-kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan konsep triple
              skilling.

              Ketiga,  mengoptimalkan  fungsi  pemagangan  untuk  menambah  pengalaman  kerja.  Keempat,
              peningkatan softskill dan produktivitas kerja. Kelima, melakukan redesain kurikulum dan metode
              dengan penedekatan human digital skill dan metode blended learning.
              "Keenam,  mengoptimalkan  proses  kolaborasi  antara  dunia  inudstri,  lembaga  diklat,
              Kadin/Apindo, Asosiasi, untuk kebutuhan kompetensi," katanya.

              Anwar menjelaskan, untuk meningkatkan mutu pelatihan vokasi dan penguatan akses, Kemnaker
              telah  mengeluarkan  berbagai  kebijakan.  Mulai  dari  masuk  BLK  tanpa  syarat  umur  dan  latar
              belakang  pendidikan;  masifikasi  output  pelatihan  melalui  program  3R,  BLK  Komunitas,  triple
              skilling; penambahan instruktur pelatihan; perbaikan sarana dan prasaran latihan kerja; bantuan
              sarana, prasarana dan program untuk LPKS; pemagangan nasional bersama Kadin, Apindo dan
              industri; dan pelatihan mentor dari industri.

              Anwar  mengungkapkan,  kapasitas  pelatihan  vokasi  nasional  relatif  cukup  besar  sepanjang
              mampu mengoptimalkan seluruh potensi seluruh lembaga-lembaga pelatihan. Ada 109 training
              center atau pusat pelatihan di 17 Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki kapasitas 1,2 juta
              orang; ada industri memiliki 799 pusat pelatihan yang mampu melatih kapasitas 1,4 juta orang;
              dan 2.127 BLK Komunitas berkapasitas 204.149 orang.

              Selain itu, masih ada 524 BLKLN dan 305 BLK Pemerintah dengan kapasitas 300.898 orang;
              5.020 LPK swasta, kapasitas 2.239.608 orang; dan sebanyak 1.874 LSP untuk sertifikasi dengan
              kapasitas 4.926.635 asesi.

              "Kalau semua diintegrasikan jumlahnya 5.443.181 orang/tahun. Dengan dukungan infrastruktur
              dan  potensi  yang  besar,  semoga  mampu  menjawab  tantangan  menghadapi  akibat  pandemi
              Covid-19 dengan komitmen yang kuat," kata Anwar.




                                                           691
   687   688   689   690   691   692   693   694   695   696   697