Page 695 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 695

meningkatkan  kapital  ekonomi,  kapital  sosial,  dan  kapital  kultural  (sertifikasi  profesi),"  kata
              Anwar, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).


              KEMNAKER TINGKATKAN KAPITAL DIGITAL UNTUK PENYERAPAN TENAGA KERJA

              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  menyiapkan  langkah  penyerapan  angkatan  kerja
              melalui  peningkatan  kapital  digital  tenaga  kerja  Indonesia.  Menurut  Sekretaris  Jenderal
              Kemnaker, Anwar Sanusi, melalui kapital digital, akses terhadap teknologi digital akan meningkat
              dan keterampilan untuk memanfaatkan secara optimal teknologi digital yang dapat diakses.

              "Melalui kapital digital juga akan melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital untuk
              meningkatkan  kapital  ekonomi,  kapital  sosial,  dan  kapital  kultural  (sertifikasi  profesi),"  kata
              Anwar, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).
              Ia  menegaskan,  fleksibilitas  pasar  kerja  dan  masifikasi  penciptaan  lapangan  kerja  yang
              berkualitas merupakan sebuah keharusan dalam arah kebijakan ketenagakerjaan. Untuk itu, kata
              dia, pihaknya memberikan ruang seluas-luasnya bagi para talenta muda agar bisa berkreasi.

              "Kami  memiliki  beberapa  agenda  seperti  transformasi  innovation  room  menjadi  talent  hub.
              Kemudian  pengembangan  kompetensi  talenta  muda,  mulai  dari  pemetaan  talenta  muda,
              pembentukan  tim  seleksi  talenta  muda,  dan  peningkatan  talenta  muda.  Termasuk  juga
              pembentukan talent corner di BLK UPTP dan talent scouting inovator muda," ujarnya.
              Anwar menambahkan, seiring makin cepatnya perubahan dunia ketenagakerjaan akibat proses
              otomasi industri dan dampak COVID-19, yang mendorong percepatan penggunaan teknologi
              digital dan online, pihaknya telah menyiapkan strategi agar tetap bisa berperan dalam proses
              link and match pasar kerja melalui pelatihan vokasi.
              Selain itu, kata dia, pelatihan vokasi memiliki keunggulan durasi relatif singkat, input peserta
              tidak terbatas usia tertentu (longlife learning), SDM pengajar adalah praktisi, fleksibilitas program
              pelatihan  terhadap  perubahan  dunia  kerja,  program  pelatihan  yang  to  the  point  terhadap
              kompetensi yang dibutuhkan, dan dapat dikombinasikan dengan program social safety net lain.
              Misalnya Kartu Pra Kerja, KIP, PKH, BPJS, dan lainnya.

              "Pelatihan vokasi menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada
              era digitalisasi lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi," katanya.
              Melalui pelatihan vokasi, lanjut Anwar, Kemnaker telah menyiapkan enam strategi menghadapi
              transformasi ketenagakerjaan akibat revolusi industri 4.0 dan dampak pandemi COVID-19.

              Pertama, analisa dinamika permintaan dan penawaran ketenagakerjaan akibat pandemi COVID-
              19. Kedua, penyiapan kompetensi-kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan konsep triple
              skilling.

              Ketiga,  mengoptimalkan  fungsi  pemagangan  untuk  menambah  pengalaman  kerja.  Keempat,
              peningkatan softskill dan produktivitas kerja. Kelima, melakukan redesain kurikulum dan metode
              dengan pendekatan human digital skill dan metode blended learning.

              "Keenam,  mengoptimalkan  proses  kolaborasi  antara  dunia  industri,  lembaga  diklat,
              Kadin/Apindo, asosiasi, untuk kebutuhan kompetensi," katanya.

              Anwar menjelaskan, untuk meningkatkan mutu pelatihan vokasi dan penguatan akses, Kemnaker
              telah  mengeluarkan  berbagai  kebijakan.  Mulai  dari  masuk  BLK  tanpa  syarat  umur  dan  latar


                                                           694
   690   691   692   693   694   695   696   697   698   699   700