Page 705 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 705
KEMNAKER JALANKAN LANGKAH STRATEGIS CIPTAKAN SDM UNGGUL
PASCAPANDEMI COVID-19
Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan SDM yang unggul pascapandemi Covid -19. Salah
satu langkah strategis penyerapan angkatan kerja terhadap kondisi terkini adalah meningkatkan
kapital digital tenaga kerja Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi mengatakan
dengan adanya kapital digital, akses terhadap teknologi digital akan meningkat dan keterampilan
untuk memanfaatkan secara optimal teknologi digital yang dapat diakses.
"Melalui kapital digital juga akan melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital untuk
meningkatkan kapital ekonomi, kapital sosial, dan kapital kultural (sertifikasi profesi)," ucap
Anwar Sanusi dalam siaran pers yang diterima, Jumat (30/7).
Fleksibilitas pasar kerja dan masifikasi penciptaan lapangan kerja yang berkualitas merupakan
sebuah keharusan dalam arah kebijakan Ketenagakerjaan.
Untuk itu, Kemnaker memberikan ruang seluas-luasnya bagi para talenta muda agar bisa
berkreasi. Kemnaker memiliki beberapa agenda seperti transformasi innovation room menjadi
talent hub. Kemudian pengembangan kompetensi talenta muda, mulai dari pemetaan talenta
muda, pembentukan tim seleksi talenta muda, dan peningkatan talenta muda.
“Termasuk juga pembentukan talent corner di BLK UPTP dan talent scouting inovator muda,"
imbuh Anwar.
Seiring makin cepatnya perubahan dunia ketenagakerjaan akibat proses otomasi industri dan
dampak Covid -19, yang mendorong percepatan penggunaan teknologi digital dan online,
pihaknya telah menyiapkan strategi agar tetap bisa berperan dalam proses link and match pasar
kerja yakni melalui pelatihan vokasi.
Anwar menuturkan, pelatihan vokasi memiliki keunggulan durasi relatif singkat, input peserta
tidak terbatas usia tertentu (longlife learning), SDM pengajar adalah praktisi, fleksibilitas program
pelatihan terhadap perubahan dunia kerja, program pelatihan yang to the point terhadap
kompetensi yang dibutuhkan, dan dapat dikombinasikan dengan program soceial safety net lain.
Misalnya Kartu Prakerja, KIP, PKH, BPJS, dan lainnya.
"Pelatihan vokasi menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada
era digitalisasi lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi," tutur Anwar.
Melalui pelatihan vokasi, Kemnaker telah menyiapkan enam strategi menghadapi transformasi
Ketenagakerjaan akibat revolusi industri 4.0 dan dampak pandemi Covid -19. Pertama, analisa
dinamika permintaan dan penawaran ketenagakerjaan akibat pandemi Covid -19. Kedua,
penyiapan kompetensi-kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan konsep triple skilling.
Ketiga, mengoptimalkan fungsi pemagangan untuk menambah pengalaman kerja. Keempat,
peningkatan softskill dan produktivitas kerja. Kelima, melakukan redesain kurikulum dan metode
dengan penedekatan human digital skill dan metode blended learning.
"Keenam, mengoptimalkan proses kolaborasi antara dunia inudstri, lembaga diklat,
Kadin/Apindo, Asosiasi, untuk kebutuhan kompetensi," ucap Anwar.
Untuk meningkatkan mutu pelatihan vokasi dan penguatan akses,
Kemnaker telah mengeluarkan berbagai kebijakan Untuk meningkatkan mutu pelatihan vokasi
dan penguatan akses. Mulai dari masuk BLK tanpa syarat umur dan latar belakang pendidikan;
704

