Page 709 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 709

meningkat dan keterampilan untuk memanfaatkan secara optimal teknologi digital yang dapat
              diakses.


              KEMNAKER UNGKAP LANGKAH CIPTAKAN SDM UNGGUL PASCAPANDEMI COVID-19

              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk menciptakan SDM yang unggul
              pascapandemi  Covid-19.  Salah  satu  langkah  strategis  penyerapan  angkatan  kerja  terhadap
              kondisi terkini adalah meningkatkan kapital digital tenaga kerja Indonesia.
              Menurut Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, melalui kapital digital, akses terhadap
              teknologi  digital  akan  meningkat  dan  keterampilan  untuk  memanfaatkan  secara  optimal
              teknologi digital yang dapat diakses.

              "Melalui kapital digital juga akan melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital untuk
              meningkatkan  kapital  ekonomi,  kapital  sosial,  dan  kapital  kultural  (sertifikasi  profesi),"  kata
              Anwar Sanusi saat menjadi pembicara pada Webinar Pasar Sakti (job fair) bertajuk "Fight Back
              Economy" secara virtual di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

              Anwar Sanusi menegaskan, fleksibilitas pasar kerja dan masifikasi penciptaan lapangan kerja
              yang berkualitas merupakan sebuah keharusan dalam arah kebijakan Ketenagakerjaan. Untuk
              itu, pihaknya memberikan ruang seluas-luasnya bagi para talenta muda agar bisa berkreasi.

              "Kami  memiliki  beberapa  agenda  seperti  transformasi  innovation  room  menjadi  talent  hub.
              Kemudian  pengembangan  kompetensi  talenta  muda,  mulai  dari  pemetaan  talenta  muda,
              pembentukan  tim  seleksi  talenta  muda,  dan  peningkatan  talenta  muda.  Termasuk  juga
              pembentukan talent corner di BLK UPTP dan talent scouting inovator muda," ujarnya.

              Anwar Sanusi menambahkan, seiring makin cepatnya perubahan dunia ketenagakerjaan akibat
              proses  otomasi  industri  dan  dampak  Covid-19,  yang  mendorong  percepatan  penggunaan
              teknologi digital dan online, pihaknya telah menyiapkan strategi agar tetap bisa berperan dalam
              proses link and match pasar kerja yakni melalui pelatihan vokasi.

              Anwar Sanusi mengatakan, pelatihan vokasi memiliki keunggulan durasi relatif singkat, input
              peserta tidak terbatas usia tertentu (longlife learning), SDM pengajar adalah praktisi, fleksibilitas
              program  pelatihan  terhadap  perubahan  dunia  kerja,  program  pelatihan  yang  to  the  point
              terhadap kompetensi yang dibutuhkan, dan dapat dikombinasikan dengan program social safety
              net lain. Misalnya Kartu Prakerja, KIP, PKH, BPJS, dan lainnya.

              "Pelatihan vokasi menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada
              era digitalisasi lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi," katanya.

              Melalui  pelatihan  volasi,  lanjut  Anwar  Sanusi,  Kemnaker  telah  menyiapkan  enam  strategi
              menghadapi  transformasi  Ketenagakerjaan  akibat  revolusi  industri  4.0  dan  dampak  pandemi
              Covid-19.  Pertama,  analisa  dinamika  permintaan  dan  penawaran  ketenagakerjaan  akibat
              pandemi  Covid-19.  Kedua,  penyiapan  kompetensi-kompetensi  baru  melalui  pelatihan  kerja
              dengan konsep triple skilling.

              Ketiga,  mengoptimalkan  fungsi  pemagangan  untuk  menambah  pengalaman  kerja.  Keempat,
              peningkatan softskill dan produktivitas kerja. Kelima, melakukan redesain kurikulum dan metode
              dengan penedekatan human digital skill dan metode blended learning.
              "Keenam,  mengoptimalkan  proses  kolaborasi  antara  dunia  industri,  lembaga  diklat,
              Kadin/Apindo, Asosiasi, untuk kebutuhan kompetensi," katanya


                                                           708
   704   705   706   707   708   709   710   711   712   713   714