Page 740 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 740
Tidak hanya itu, pihak keluarga sebagai ahli waris diketahui juga tidak bisa mengklaim asuransi
kematian sebagaimana yang sudah difasilitasi pemerintah.
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, hal
tersebut karena Masripah tidak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.
Ia diberangkatkan secara ilegal atau unprosedural ke Turki oleh pihak perekrut.
"Dari pihak pemerintah sebenernya ada asuransi yang bisa diklaim jika resmi terdaftar dalam
BPJS Ketenagakerjaan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (30/7/2021).
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor: 18 Tahun 2018, disampaikan Juwarih,
ahli waris seharusnya bisa mengklaim asuransi secara keseluruhan sebanyak Rp 104 juta.
"Kalau kematiannya saja Rp 85 juta, cuma ada tambahan-tambahan lain, kalau di total kan itu
Rp 104 juta," ujar dia.
Sebagai gantinya, SBMI Indramayu pun akan mendesak pihak perekrut untuk membayar
asuransi yang seharusnya diterima ahli waris tersebut.
SBMI Indramayu juga menegaskan agar para Calon PMI bisa selektif dalam menerima tawaran
bekerja di luar negeri, jangan sampai tergiur jika diberangkatkan secara unprosedural.
Sementara itu, Ketua Umum SBMI, Hariyanto menambahkan, terkait proses penempatan
Masripah ke Turki, ia menduga adanya praktik tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan
oleh sponsor perekrutnya.
Hariyanto sangat menyayangkan peristiwa tersebut.
Di tengah pandemi, ternyata masih ada sponsor yang nekat memberangkatkan TKW secara
unprosedural ke Turki.
739

