Page 746 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 746

Anwar Sanusi menilai seiring makin cepatnya perubahan dunia ketenagakerjaan akibat proses
              otomasi industri dan dampak Covid-19.
              Wabah tersebut mendorong percepatan penggunaan teknologi digital dan online.

              "Kami telah menyiapkan strategi agar tetap bisa berperan dalam proses link and match pasar
              kerja yakni melalui pelatihan vokasi," tegasnya.

              Anwar  Sanusi  mengatakan  pelatihan  vokasi  memiliki  keunggulan  durasi  relatif  singkat,  input
              peserta tidak terbatas usia tertentu (longlife learning), SDM pengajar adalah praktisi, fleksibilitas
              program  pelatihan  terhadap  perubahan  dunia  kerja,  program  pelatihan  yang  to  the  point
              terhadap kompetensi yang dibutuhkan, dan dapat dikombinasikan dengan program soceial safety
              net lain. Misalnya Kartu Prakerja, KIP, PKH, BPJS, dan lainnya.

              "Pelatihan vokasi menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada
              era digitalisasi lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi," katanya.

              Melalui  pelatihan  volasi,  lanjut  Anwar  Sanusi,  Kemenaker  telah  menyiapkan  enam  strategi
              menghadapi  transformasi  Ketenagakerjaan  akibat  revolusi  industri  4.0  dan  dampak  pandemi
              Covid-19.

              Pertama, analisa dinamika permintaan dan penawaran ketenagakerjaan akibat pandemi Covid-
              19. Kedua, penyiapan kompetensi-kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan konsep triple
              skilling.
              Ketiga,  mengoptimalkan  fungsi  pemagangan  untuk  menambah  pengalaman  kerja.  Keempat,
              peningkatan softskill dan produktivitas kerja. Kelima, melakukan redesain kurikulum dan metode
              dengan penedekatan human digital skill dan metode blended learning.

              "Keenam,  mengoptimalkan  proses  kolaborasi  antara  dunia  inudstri,  lembaga  diklat,
              Kadin/Apindo, Asosiasi, untuk kebutuhan kompetensi," katanya

              Anwar Sanusi menjelaskan untuk meningkatkan mutu pelatihan vokasi dan penguatan akses,
              Kemenaker telah mengeluarkan berbagai kebijakan.

              Mulai  dari  masuk  BLK  tanpa  syarat  umur  dan  latar  belakang  pendidikan;  masifikasi  output
              pelatihan melalui program 3R, BLK Komunitas, triple skilling; penambahan instruktur pelatihan;
              perbaikan sarana dan prasaran latihan kerja; bantuan sarana, prasarana dan program untuk
              LPKS; pemagangan nasional bersama Kadin, Apindo dan industri; dan pelatihan mentor dari
              industri.

              Anwar Sanusi mengungkapkan kapasitas pelatihan vokasi nasional relatif cukup besar sepanjang
              mampu mengoptimalkan seluruh potensi seluruh lembaga-lembaga pelatihan.

              Ada 109 training center atau pusat pelatihan di 17 Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki
              kapasitas  1,2  juta  orang;  ada  industri  memiliki  799  pusat  pelatihan  yang  mampu  melatih
              kapasitas 1,4 juta orang; dan 2.127 BLK Komunitas berkapasitas 204.149 orang.

              Selain itu, masih ada 524 BLKLN dan 305 BLK Pemerintah dengan kapasitas 300.898 orang;
              5.020 LPK swasta, kapasitas 2.239.608 orang; dan sebanyak 1.874 LSP untuk sertifikasi dengan
              kapasitas 4.926.635 asesi.
              "Kalau semua diintegrasikan jumlahnya 5.443.181 orang/tahun. Dengan dukungan infrastruktur
              dan  potensi  yang  besar,  semoga  mampu  menjawab  tantangan  menghadapi  akibat  pandemi
              Covid-19 dengan komitmen yang kuat," kata Anwar Sanusi. (jpnn)


                                                           745
   741   742   743   744   745   746   747   748   749   750   751