Page 309 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 309

INI ALASAN SUBSIDI GAJI RP 2,4 JUTA UNTUK PEKERJA KELUAR BELAKANGAN

              Jakarta -  Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin memaparkan
              alasannya baru menurunkan insentif berupa  subsidi gaji  untuk pekerja berpenghasilan di bawah
              Rp 5 juta per bulan, dikarenakan segmen tersebut unik.

              "Dari Pemerintah melihat ada segmen yang kosong justru di segmen itu unik, karena masih
              bekerja  tapi  tidak  di  PHK  kondisi  perusahaannya  buruk  mereka  dirumahkan  atau  gaji  yang
              dipotong,  jadi  segmen  ini  diberikan  untuk  melengkapi  dari  bantuan-bantuan  sosial  yang
              sebelumnya,"  kata  Budi  dalam  Pengumuman  Program  Bantuan  Subsidi  Upah  Istana
              Kepresidenan Jakarta, Senin (10/8/2020).

              Diketahui  berikut  bantuan  pemerintah  untuk  dampak  pandemi  covid-19  kepada  masyarakat
              Indonesia, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), program Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja,
              diskon tarif listrik.

              Lalu, stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR), program keselamatan yang dilaksanakan Polri, bansos
              dana desa yang ditujukan untuk 10 juta keluarga, percepatan program padat karya tunai.

              Kemudian, disusul dengan  subsidi gaji  untuk pekerja yang yang gajinya di bawah Rp 5 juta,
              sengaja diberikan di akhir.

              "Bantuan subsidi upah ini merupakan segmen yang diberikan belakangan, sebelumnya sudah
              banyak bantuan sosial yang diberikan ke 29 juta keluarga atau sekitar 127 juta rakyat yang
              ekonominya paling bawah sudah diberikan beberapa bulan lalu," ujarnya.

              Demikian,  pelaksanaan  bantuan  pemerintah  ini  tentunya  mendapatkan  pendampingan  dari
              Kepolisian,  Kejaksaan  Agung,  KPK,  BPK  dan  BPKP  untuk  mengawasi  pelaksanaan  bantuan
              pemerintah berupa subsidi upah agar tepat sasaran.
              Bahkan dalam pelaksanaan bantuan pemerintah berupa  subsidi gaji  ini dibentuk Tim Koordinasi
              Pelaksanaan yang ditetapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan.

              " di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020  Menteri Keuangan
              Sri  Mulyani  Indrawati  mengatakan,  pemerintah  saat  ini  telah  memperoleh  data  dari  BPJS
              Ketenagakerjaan seputar tenaga kerja yang memiliki gaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Data itu
              digunakan untuk menyalurkan  insentif  sebesar Rp 2,4 juta.

              Sejauh ini, Sri Mulyani melaporkan, pemerintah sudah memperoleh 208 ribu nomor rekening
              pekerja  bergaji  kurang  dari  Rp  5  juta  yang  didaftarkan  oleh  kantor  wilayah  (kanwil)  BPJS
              Ketenagakerjaan.

              "Kita sudah kumpulkan lebih dari 208 ribu nomor rekening dan pekerja yang di bawah Rp 5 juta,"
              kata dia dalam sesi teleconference, Senin (10/8/2020).

              Menurut  Sri  Mulyani,  pemerintah  memang  mengacu  pada  data  BPJS  Ketenagakerjaan  untuk
              pemberian  insentif  tersebut. Sebab, proses penyalurannya akan lebih rumit jika pemerintah
              harus mencari data di luar itu  "Kalau kita tidak punya nama dan alamat ini, atau bahkan nomor
              account  -nya akan sulit bagi pemerintah untuk membantu mereka. Nanti yang akan terjadi pasti
              akan terjadi banyak sekali kekisruhan," ucap dia.

              Namun,  ia  menambahkan,  pemerintah  juga  telah  menyalurkan  bermacam  program  bantuan
              sosial (bansos) lain untuk masyarakat selama masa pandemi Covid-19 ini. Antara lain seperti
              Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, non-PKH sembako, hingga bantuan langsung
              tunai (BLT) Dana Desa.



                                                           308
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314