Page 348 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 348

Kemudian, terdaftar sebagai peserta  BPJS Ketenagakerjaan  yang masih aktif dibuktikan dengan
              nomor kartu kepesertaan dan peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung
              berdasarkan  upah  di  bawah  Rp  5  juta  sesuai  upah  yang  dilaporkan  kepada  BPJS
              Ketenagakerjaan.

              "Persyaratan lainnya, ialah pekerja atau buruh penerima upah, pekerja atau buruh yang bekerja
              pada pemberi kerja selain pada induk perusahaan BUMN, lembaga negara, instansi pemerintah,
              kecuali  nonASN,  memiliki  rekening  bank  yang  aktif,  tidak  termasuk  dalam  peserta  penerima
              manfaat program Kartu Prakerja, dan peserta yang membayar iuran sampai dengan bulan Juni
              2020," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

              Ida menjelaskan, bank penyalur yang merupakan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan
              langsung  menyalurkan  dana  subsidi  upah  langsung  kepada  rekening  penerima  bantuan
              pemerintah.

              "Mekanisme penyaluran bantuan subsidi upah ini diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar
              Rp 600.000 per bulan selama empat bulan (Rp 2,4 juta) yang akan diberikan setiap dua bulan
              sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta,"
              ucapnya.

              Data calon penerima bantuan ini bersumber dari data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang
              telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, sesuai kriteria dan persyaratan
              yang ditentukan.

              Menurutnya,  pemerintah  menggunakan  data  BPJS  Ketenagakerjaan  agar  pemberian  bantuan
              subsidi cepat tersalurkan dan tepat sasaran. Karena saat ini, data tersebut dinilai paling akurat
              dan lengkap.

              Dia kembali menjelaskan, data penerima bantuan yang divalidasi dari BPJS Ketenagakerjaan
              terakhir didata sampai dengan 30 Juni 2020.
              Sehingga,  hanya  peserta  yang  telah  terdaftar  pada  batas  waktu  tersebut  dan  memenuhi
              persyaratan yang akan mendapatkannya.

              Berdasarkan  hasil  rapat dengan  kementerian/lembaga  telah  disepakati untuk  memperbanyak
              masyarakat  yang  akan  mendapatkan  bantuan  ini.  Maka  jumlah  calon  penerima  ditingkatkan
              menjadi 15.725.232 orang dari yang semula hanya 13.870.496 orang.

              "Dengan demikian maka anggaran bantuan pemerintah subsidi upah ini mengalami peningkatan
              menjadi Rp 37,7 triliun dari semula Rp 33,1 triliun," katanya.

              Adapun dalam mengawasi pelaksanaan bantuan supaya tepat sasaran, pemerintah mendapatkan
              pendampingan dari Kepolisian, Kejaksaan Agung, KPK, BPK dan BPKP..



















                                                           347
   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353