Page 352 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 352
"Hasil rapat dengan Kementerian/Lembaga disepakati bahwa untuk memperbanyak masyarakat
yang akan mendapatkan bantuan pemerintah ini, maka jumlah calon penerima ditingkatkan
menjadi 15.725.232 orang yang semula hanya 13.870.496 orang," kata Menteri
Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam Pengumuman Program Bantuan Subsidi Upah Istana
Kepresidenan Jakarta, Senin (10/8/2020).
Data penerima bantuan subsidi upah ini diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan dengan batas
waktu pengambilan data sampai dengan 30 Juni 2020. Sehingga hanya peserta yang telah
terdaftar pada batas waktu tersebut dan memenuhi persyaratan yang berhak sebagai penerima.
Data kepesertaan telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai
kriteria dan persyaratan yang ditentukan. Sehingga BPJS Ketenagakerjaan bertanggung jawab
mutlak mengenai kebenaran data penerima manfaat yang diberikan kepada pekerja/buruh.
"Saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan
valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara cepat, dan
tepat sasaran," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Ida, perlu memberi apresiasi kepada pekerja/buruh yang sudah terdaftar dan
aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. "Hal ini juga menjadi momentum untuk
meningkatkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya
transformasi menuju Indonesia Maju," jelasnya.
Bantuan subsidi gaji Rp 600.000 pegawai swasta ditarget terlaksana mulai September 2020.
Subsidi langsung ini diyakini dapat membantu pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.
"Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan
program ini dapat berjalan bulan September," kata Ida Fauziyah.
Menaker mengatakan, subsidi gaji bertujuan untuk meningkatkan daya beli dan perekonomian
pekerja beserta keluarganya yang karena Covid-19 berkurang pendapatannya.
kbc 10.
351

