Page 363 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 363
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pemerintah akan menambah calon penerima
manfaat subsidi upah bertambah menjadi Pekerja orang dari yang semula hanya 13.870.496
orang dengan total anggaran mencapai Rp37,7 triliun.
KARYAWAN BERGAJI DI BAWAH RP 5 JUTA JUMLAHNYA 15.725.232 ORANG
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pemerintah akan menambah calon penerima
manfaat subsidi upah bertambah menjadi Pekerja orang dari yang semula hanya 13.870.496
orang dengan total anggaran mencapai Rp37,7 triliun.
"Berdasarkan hasil koordinasi kementerian dan lembaga diputuskan untuk memperbanyak yang
mendapat manfaat menjadi 15.725.232 orang dari yang semula hanya 13.870.496 orang,
dengan demikian anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi upah mengalami kenaikan
menjadi Rp37,7 triliun dari Rp33,1 triliun," kata Ida di Jakarta, Senin.
Sebelumnya Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Erick Thohir mengatakan pemerintah akan memberikan subsidi gaji bagi pekerja formal dengan
gaji di bawah Rp5 juta per bulan yaitu sebesar Rp600 ribu per bulan akan disalurkan pada kuartal
III 2020, yang berarti selambat-lambatnya September 2020.
Bantuan subsidi gaji ini merupakan stimulus terbaru dari pemerintah yang ditujukan kepada
pekerja formal dengan kriteria gaji di bawah Rp5 juta, terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dan
bukan pegawai BUMN atau Aparatur Sipil Negara.
"Adapun pekerja atau buruh yang mendapat bantuan harus memenuhi syarat sebagai berikut
yaitu Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK),
anggota BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan kartu kepersertaan dan peserta aktif
yang membayar iuran dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta sesuai dengan upah yang
dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan," tambah Ida.
Selanjutnya pekerja sektor formal itu harus memiliki rekening bank yang aktif dan tidak termasuk
peserta penerima manfaat Kartu Pra Kerja dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan sampai
Juni 2020.
"Nantinya penyaluran subsidi upah dilakukan dengan memindahbukukan dari bank penyalur
subsidi ke rekening penerima bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang ada di
Himbara," ungkap Ida.
Mekanisme subsidi upah tersebut, menurut Ida, diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar
Rp600 ribu/bulan sehingga totalnya para pekerja mendapat Rp2,4 juta dalam 4 bulan yang
diberikan setiap 2 bulan sekali artinya sekali pencairan subsidi adalah sebesar Rp1,2 juta.
"Untuk data calon penerima upah bersumber data BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan validasi
dan verifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyarakat yang ditentukan. BPJS
Ketenagakerjaan bertanggung jawab terhadap kebenaran data subsidi upah yang diberikan ke
buruh," kata Ida.
Menurut Ida, pemerintah memutuskan untuk menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan karena
dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid.
"Subsidi upah ini diberikan pemerintah untuk memberikan apresiasi kepada pekerja atau buruh
yang terdaftar dan aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan dan dimaksudkan sebagai
momentum untuk meningkatkan keanggotaan Jamsostek," tambah Ida.
362

