Page 579 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 579
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 33,1 triliun untuik program ini. Sasaran
bantuannya adalah 13,8 juta pegawai formal yang terdaftar dan membayar iuran Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ). Jumlah tersebut merupakan pekerja yang aktif terdaftar
di BPSJ Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150 ribu per bulan atau setara dengan gaji
di bawah Rp 5 juta per bulan.
BPJS Ketenagakerjaan saat ini masih melakukan proses validasi data pegawai. Dana bantuan ini
nantinya akan diberikan langsung ke rekening pegawai yang berhak mendapatkan bantuan.
Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bantuan tersebut
akan dicairkan dua kali tahun ini. "Tahap pertama pada kuartal III dan tahap kedua pada kuartal
IV," Kata Budi dalam konferensi virtual, Jumat (07/08).
Menilik penjelasan Budi, pemberian dana bantuan kemungkinan besar akan dicairkan setiap dua
bulan sekali kepada rekening pekerja. Dengan kata lain, penerima bantuan akan menerima dana
sebesar Rp 1,2 juta saat pencairan bantuan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Erick Thohir menyebut bantuan ini akan mulai disalurkan mulai bulan September. "Saat ini
program untuk BLT sedang difinalisasi dan akan dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan pada
September 2020," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya.
Sebelum BLT pegawai swasta cair pada bulan September, pemberian gaji ke-13 aparatur sipil
negara mulai dilakukan hari ini. Seluruh bantuan tersebut bertujuan untuk menggenjot kembali
daya beli masyarakat di kuartal III-2020.
Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 terkontraksi 5,32%
dibandingkan periode yang sama 2019. Secara kuartalan, ekonomi Indonesia mengalami
kontraksi sebesar 4,19% dibandingkan kuartal I-2020.
Lesunya pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lepas dari merosotnya kinerja konsumsi rumah
tangga yang tumbuh negaitf hingga 5,51% secara tahunan atau year-on-year . Padahal,
perekonomian Indonesia didominasi oleh komponen pengeluaran rumah tangga yang mencakup
lebih dari separuh pendapatan domestik bruto (PDB).
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan ini dapat secara langsung menjaga
daya beli kalangan pekerja di Indonesia. Selain itu, dana tersebut memberikan kesejahteraan
pekerja dan keluarganya yang terdampak pandemi Covid-19.
"Kami ingin memastikan daya beli dan konsumsi tetap terjaga untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat," kata Ida.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, ekonomi Indonesia masih berpotensi
tumbuh 0,5% di kuartal III 2020. "Untuk kuartal III, kami berharap growth minimal 0% dan
positif 0,5%," ucapnya.
Tak hanya pekerja formal, lembaga riset SMERU menyebut pemerintah juga perlu
memperhatikan tenaga kerja informal dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19 ini. Pasalnya,
di tengah pandemi Covid-19, tenaga kerja berketerampilan rendah semakin terdorong ke sektor
informal.
Grafik Databoks di bawah ini menunjukkan masyarakat miskin, rentan miskin, dan yang bekerja
di sektor informal merupakan yang paling terdampak dari pandemi Covid-19. Berdasarkan
kelompok pendapatan, melansir dari data Badan Pusat Statistik, sebanyak 70,53% responden
dalam kelompok berpendapatan rendah atau di bawah Rp 1,8 juta mengaku mengalami
penurunan pendapatan.
578

