Page 574 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 574

"Saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan
              valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara cepat, dan
              tepat sasaran," ujarnya.

              Oleh karena itu, Pemerintah perlu memberi apresiasi kepada  pekerja  atau buruh yang sudah
              terdaftar dan aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

              "Hal  ini  juga  menjadi  momentum  untuk  meningkatkan  kepesertaan  jaminan  sosial
              ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya transformasi menuju Indonesia Maju," pungkasnya.

              " di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020  Sebelumnya, p
              emerintah  akan segera menyalurkan bantuan insentif sebesar Rp 2,4 juta kepada 13 juta pekerja
              di sektor formal yang memiliki gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

              Pemberiannya akan dilakukan dalam dua tahap pada kuartal III dan IV tahun ini atau sama
              dengan Rp 1,2 juta per tahap.

              Pemberian insentif ini dilakukan semata-mata agar ekonomi tidak semakin terpuruk. Sayangnya,
              gelontoran stimulus termasuk insentif untuk  pekerja  ini tidak akan mengubah proyeksi ekonomi
              yang  bakal  tetap  minus  di  kuartal  ke  depan.  Sebelumnya,  Badan  Pusat  Statistik  (BPS)
              mengumumkan, ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 minus 5,32 persen.

              Bahkan, resesi masih akan tetap terjadi.

              "Kalau  pandangan  saya,  selama  masih  ada  wabah,  seluruh  kebijakan  tidak  akan  efektif
              mendongkrak  ekonomi.  Perlambatan  bahkan  kontraksi  ekonomi  tidak  terelakkan.  Apapun
              kebijakannya. Tidak hanya di Indonesia tetapi disemua negara. Resesi tidak bisa dihindari," ujar
              Ekonom Center of Reforms on Economic (CORE) Piter Abdullah kepada  Liputan6.com  , Jumat
              (7/8/2020).
              Piter melanjutkan, kebijakan pemberian stimulus termasuk insentif bantuan langsung tunai untuk
              pekerja  dengan gaji di bawah Rp 5 juta bukan untuk mendongkrak ekonomi tetapi sebagai
              bantuan meningkatkan ketahanan masyarakat.

              "Agar mereka tetap bisa konsumsi dengan standar layak. Agar kontraksi perekonomian tidak
              terlalu dalam, sekaligus mempersiapkan  recovery  ketika wabah berlalu," jelasnya.

              Lanjutnya,  bantuan  ini  juga  diberikan  untuk  meringankan  beban  dunia  usaha  agar  tidak
              melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pemotongan gaji. Untuk segmen lain seperti
              pegawai  negeri  sipil  dan  pegawai  BUMN,  para  pekerjanya  dikategorikan  relatif  aman  secara
              finansial.

              Dengan kondisi yang masih akan tetap seperti ini, pertumbuhan ekonomi di kuartal III diyakini
              minus,  bahkan  mustahil  mencapai  0  persen.  Dengan  demikian,  resesi  teknikal  akan  segera
              terjadi.

              "Konsumsi pasti turun, investasi turun, ekspor turun, bagaimana mungkin pertumbuhan nol atau
              bahkan positif," kata Piter.

              Dalam waktu yang berbeda, Piter juga menyatakan sejak pandemi Covid-19 melanda, seluruh
              negara sudah memasuki masa resesi.
              "Sekarang  ini  semua  negara  tinggal  menunggu  waktu  saja  menyatakan  resesi  secara  resmi.
              Semua karena wabah. Semua terseret gelombang wabah yang sama," ujar Piter saat dihubungi
              beberapa waktu lalu.



                                                           573
   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578   579