Page 626 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 626

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Manto Jorghi mengatakan, Pemerintah Kota
              Depok  akan  segera  berkoordinasi  dengan  BPJS  Ketenagakerjaan  Kota  Depolc  Menurutnya,
              bantuan program subsidi diberikan kepada tenaga kerja, yang bukan berstatus Aparatur Sipil
              Negara (ASN) maupun BUMN. Pegawai atau pekerja yang berhak menerima bantuan hanya yang
              terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

              "Kami akan segera berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait jumlah pegawai yang
              tergabung  dengan  BPJS  Ketenagakerjaan  "  ujar  Manto  Jorghi  kepada  Radar  Depok,  Minggu
              (9/8).

              Manto menjelaskan, apabila melihat dari data 2019 data dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok,
              sebanyak 125.161 jiwa dari Pekerja Penerima Upah. Sementara, Pekerja Bukan Penerima Upah
              sebanyak  14.548  jiwa.  Guna  memvalidasi  data  pekerja  yang  akan  mendapatkan  bantuan
              tersebut, dibutuhkan data yang akurat.

              Manto  mengungkapkan,  saat  ini  Kementerian  Tenaga  Kerja  Republik  Indonesia  sedang
              mematangkan  aturan  atau  regulasinya  yang  akan  dilaksanakan  terkait  pemberian  program
              tersebut. Namun, apabila menyimak pengarahan dari Kementerian, dalam waktu dekat setelah
              pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah melakukan validasi data, data terebut akan diserahkan ke
              Kementerian Keuangan RI.

              "Data yang sudah di terverifikasi akan di serahkan ke Kementerian Keuangan RI, guna diproses
              dan ditransfer ke rekening pekerja," terang Manto.

              Terkait data tersebut, pihak BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok tak merespon pertanyaan yang
              dilontarkan Harian Radar Depok.

              Sementara sebelumnya, pemerintah akan menjalankan program subsidi gaji bagi pekerja dengan
              upah di bawah Rp 5 juta. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berharap, program yang akan
              berjalan September ini mampu menjaga daya beli dan kesejahteraan pekerja.
              Jumlah pekerja swasta yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta sebanyak 13,8 juta pekerja. Data
              ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran
              dan meminimalkan terjadinya duplikasi. "Pemerintah berharap subsidi ini dapat menjaga daya
              beli dan kesejahteraan pekerja yang terdampak Covid-19," kata Ida dalam keterangan tertulis,
              Jumat (7/8).

              Ida menerangkan, subsidi gaji sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan atau total Rp2,4
              juta ini, akan diberikan setiap dua bulan sekali. Dengan begitu, dalam satu kali pencairan, pekerja
              akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta.

              Menurut Ida, pembayaran yang dilakukan sebanyak dua kali untuk memastikan daya beli dan
              konsumsi tetap terjaga. Ini juga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga
              dan keempat tahun ini.
              Sementara itu, syarat pekerja yang menerima subsidi ini adalah pekerja swasta di luar PNS dan
              pegawai  BUMN.  Pekerja  penerima  subsidi  harus  pekerja  yang  aktif  terdaftar  di  BPJS
              Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan, atau setara dengan gaji di bawah
              Rp5  juta  per  bulan.  "Penerima  subsidi  gaji  adalah  pekerja  yang  membayar  iuran  BPJS
              Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran
              BPJS Ketenagakerjaan," kata Ida.

              Adapun, Ida mengatakan, subsidi gaji ini merupakan perluasan stimulus bantuan sosial yang
              digodok  bersama  Tim  Satgas  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  (PEN),  Kemnaker,  Kementerian
              Keuangan  dan  BPJS  Ketenagakerjaan.  Untuk  menjalankan  program  subsidi  ini,  Kementerian


                                                           625
   621   622   623   624   625   626   627   628   629   630   631