Page 623 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 623
BLT tersebut nantinya akan diterima per bulan mulai September selama 4 bulan untuk karyawan
swasta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau yang saat ini dikenal sebagai
BP Jamsostek.
DAFTAR FAKTA KARYAWAN SWASTA TERIMA BLT RP2,4 JUTA, DIPROSES HRD
PERUSAHAAN DAN BPJS KETENAGAKERJAAN
BANGAKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp 600.000 per
bulan bagi para pekerja non-PNS dan BUMN yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Pemberian gaji
tambahan ini direncanakan mulai September 2020.
BLT tersebut nantinya akan diterima per bulan mulai September selama 4 bulan untuk karyawan
swasta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau yang saat ini dikenal sebagai
BP Jamsostek.
Berikut deretan fakta terkait karyawan swasta penerima bantuan BLT Rp 600.000 per bulan
atau totalnya 2,4 juta selama 4 bulan ( bantuan karyawan 600.000).
1. Tidak berlaku untuk BUMN dan PNS Syarat pekerja yang menerima subsidi gaji karyawan ini
adalah pekerja swasta di luar PNS dan BUMN.
Pekerja penerima subsidi harus pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan
iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.
"Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan .
Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS
Ketenagakerjaan ," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.
Fokus bantuan Rp 600.000 untuk karyawan swasta dari pemerintah kali ini adalah untuk 13,8
juta pekerja non-PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di
bawah Rp 150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.
2. Diproses HRD Perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan Deputi Direktur Bidang Hubungan
Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan,
untuk pendataan pekerja swasta yang menerima subsidi Rp 600.000 per bulan akan dilakukan
oleh BP Jamsostek.
"Jadi ini untuk pekerja penerima upah (formal) yang (terdaftar) peserta BP Jamsostek dengan
upah dilaporkan dan tercatat di kami di bawah Rp 5 juta," kata Utoh.
Setelah penyaringan data pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan rampung, BP
Jamsostek akan mendata nomor rekening penerima subsidi lewat perusahaan tempat bekerja.
Dengan kata lain, pekerja yang menerima gaji di bawah Rp 5 juta per bulan dan berhak jadi
penerima subsidi, tidak diharuskan untuk mendaftarkan diri ke kantor cabang BP Jamsostek atau
BPJS Ketenagakerjaan .
"Kantor Cabang sekarang lagi ngumpulkan data nomor rekening peserta tersebut via HRD. Iya
(tak perlu datang ke kantor cabang), dorong HRD-nya untuk report nomor rekening," ungkap
Utoh.
3. Ditransfer langsung ke rekening Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio
Kacaribu mengatakan, pemerintah masih mengkaji skema yang tepat dalam penyaluran insentif
622

