Page 618 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 618
Judul Jabar Provinsi dengan Pekerja Terdampak Covid-19 Terbanyak
Nama Media investor.id
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://investor.id/business/jabar-provinsi-dengan-pekerja-terdampak-
covid19-terbanyak
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-08-10 12:30:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Tentu dengan kondisi dan tantangan
ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk segera ditindaklanjuti sesegera mungkin
agar kita bisa tekan laju dampak Covid-19 ini kedepannya
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Subsidi upah diberikan sebesar Rp 600 ribu
per bulan selama empat bulan dan akan diberikan per dua bulan sekali. Artinya, satu kali
pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta
positive - Rachmat Taufik Garsadi (Kadisnaker Provinsi Jawa Barat) Kami di provinsi meminta
bantuan arahan dari pusat dan Bu Menteri agar sarana dan prasarana pelatihan di Jawa Barat
dan permasalahan lainnya dapat diatasi dengan baik
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi
dengan tenaga kerja terdampak Covid-19 paling banyak. Data Kemnaker menunjuklan hingga
Jumat (31/7) total baik pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid -19 di Provinsi
Jawa Barat mencapai lebih dari 342.772 orang pekerja.
JABAR PROVINSI DENGAN PEKERJA TERDAMPAK COVID-19 TERBANYAK
JAKARTA, - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan Provinsi Jawa Barat menjadi
provinsi dengan tenaga kerja terdampak Covid-19 paling banyak. Data Kemnaker menunjuklan
hingga Jumat (31/7) total baik pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid -19 di
Provinsi Jawa Barat mencapai lebih dari 342.772 orang pekerja.
"Tentu dengan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk
segera ditindaklanjuti sesegera mungkin agar kita bisa tekan laju dampak Covid-19 ini
kedepannya," ucap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam pernyataan resmi yang
diterima pada Senin (10/8).
617

