Page 617 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 617
Judul Bertambah! 34 Kantor di Jakarta Ditutup karena Jadi Kluster Corona
Nama Media suara.com
Newstrend Penutupan Perusahaan Karena Covid-19
Halaman/URL https://www.suara.com/news/2020/08/10/123544/bertambah-34-
kantor-di-jakarta-ditutup-karena-jadi-kluster-corona
Jurnalis Bangun Santoso
Tanggal 2020-08-10 12:35:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Jumlah klaster perkantoran Covid-19 di Jakarta bertambah. Hingga saat ini sudah ada 34 tempat
kerja yang ditutup karena terkonfirmasi memiliki kasus positif corona.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Andri Yansah
menyebut, total perkantoran yang ditutup sebenarnya ada 41.
Namun tak seluruhnya ditutup karena menjadi klaster Covid-19.
BERTAMBAH! 34 KANTOR DI JAKARTA DITUTUP KARENA JADI KLUSTER CORONA
Jumlah klaster perkantoran Covid-19 di Jakarta bertambah. Hingga saat ini sudah ada 34 tempat
kerja yang ditutup karena terkonfirmasi memiliki kasus positif corona. Kepala Dinas Tenaga
Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Andri Yansah menyebut, total
perkantoran yang ditutup sebenarnya ada 41. Namun tak seluruhnya ditutup karena menjadi
klaster Covid-19.
Dari jumlah itu, tujuh kantor di antaranya ditutup karena dianggap melanggar aturan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
"34 perkantoran karena ada karyawannya positif Covid-19. Sedangkan tujuh perusahaan karena
melanggar protokol pencegahan Covid-19," ujar Andri saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2020).
Seluruh 34 kantor itu disebutnya saat ini sudah ada beberapa yang kembali dibuka. Sebab,
penutupan dilakukan sementara untuk proses sterilisasi dan penelusuran kontak pasien positif.
"Ada yang sudah dibuka, angka itu akumulasi saja," katanya.
Untuk tujuh kantor yang ditutup karena langgar PSBB, aturan yang diabaikan adalah
pengurangan kapasitas pegawai di kantor jadi 50 persen. Mereka, kata Andri, tetap
mempekerjakan seluruh karyawannya di tempat kerja, bukan sebagian di rumah.
616

