Page 619 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 619

Hingga  31  Juli  2020  menunjukkan  secara  total  baik  pekerja  formal  maupun  informal  yang
              terdampak Covid -19 mencapai lebih dari 3,5 juta orang secara nasional. Sedangkan dari data
              yang sudah di-  cleansing  Kemnaker dengan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 2.146.667 orang
              yang terdata  by name by address  . Data yang sudah  cleansing  tersebut terdiri dari pekerja
              formal  yang  dirumahkan  mencapai  1.132.117  orang,  sementara  pekerja  formal  yang  di-PHK
              mencapai 383.645 orang. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak mencapai 630.905
              orang.

              Di luar 2,1 juta tenaga kerja terdampak ini terdapat jumlah calon pekerja migran Indonesia yang
              gagal  berangkat  sebanyak  34.179  orang.  Jumlah  pekerja  yang  mengalami  pemulangan
              pemagangan  sebanyak  465  orang.  Serta  jumlah  pekerja  yang  belum  dicleansing  sebanyak
              1.416.904 orang.

              Ia menuturkan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi terkait mitigasi dampak pandemi di bidang
              ketenagakerjaan,  Pemerintah  melalui  program  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  (PEN)  berupaya
              meringankan beban pekerja ter-PHK melalui berbagai stimulus, termasuk menyalurkan berbagai
              bantuan sosial bagi para korban PHK, kartu prakerja serta masifikasi program padat karya dan
              kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja yang terdampak pandemi Bahkan pemerintah
              akan  memberikan  stimulus  berupa  subsidi  upah  kepada  para  pekerja  peserta  aktif  BPJS
              Ketenagakerjaan yang penghasilannya dibawah 5 juta rupiah.

              "Subsidi upah diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan
              per dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar
              Rp1,2 juta", ucap Ida.

              Dengan adanya stimulus seperti ini, maka daya beli masyarakat akan mulai meningkat sehingga
              akan berdampak pada pertumbuhan positif perekonomian Indonesia di kuartal III dan IV ke
              depannya.

              Kadisnaker  Provinsi  Jawa  Barat  Rachmat  Taufik  Garsadi  mengungkapkan,  kondisi
              ketenagakerjaan yang ada di Jawa Barat saat ini tingkat angka pengangguran terbuka di Jawa
              Barat  masih  cukup  tinggi.  Tambah  lagi,  masih  tingginya  angka  disparitas  UMK  ditingkat
              Kabupaten/Kota, yang berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing keterampilan di
              Jawa Barat.

              "Kami di provinsi meminta bantuan arahan dari pusat dan Bu Menteri agar sarana dan prasarana
              pelatihan di Jawa Barat dan permasalahan lainnya dapat diatasi dengan baik",ucap Taufik.

              Editor :  Gora Kunjana  (gora_kunjana@investor.co.id).

























                                                           618
   614   615   616   617   618   619   620   621   622   623   624