Page 624 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 624

tersebut. Tujuannya, untuk bisa benar-benar gaji tambahan tepat sasaran, masuk ke kantong
              karyawan.
              "Ini bukan masalah besarannya, tapi bagaimana uang itu sampai ke kantong penerima.

              Ini sedang kita pikirkan bagaimana agar seefisien mungkin (menyasar penerima)," ujar dia.

              Febrio  mengatakan,  salah  satu  kendala  dalam  merealisasikan  insentif  tersebut  adalah
              memastikan kebenaran data dari penerima bantuan.

              Menurut dia, data yang dibutuhkan ini sedari awal tidak dimiliki oleh pemerintah.

              Oleh sebab itu, pemerintah kini tengah merampungkan pengumpulan data, sehingga pemberian
              insentif diharapkan bisa tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan.

              4. Untuk peningkatan daya beli  Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan
              Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan,  BLT  tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya
              beli sehingga bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.
              "Tujuan  pemerintah  menggelontorkan  bantuan  gaji  tambahan  ini  adalah  untuk  mendorong
              konsumsi  masyarakat.  Hal  ini  penting  untuk  menggerakkan  perekonomian  dan  mendorong
              pemulihan ekonomi," ujar Erick.

              Erick  menjelaskan,  program  pemulihan  ekonomi  yang  dilaksanakan  oleh  pemerintah  cukup
              banyak  namun  saling  berkesinambungan,  seperti  bantuan  sosial  tunai,  bantuan  pangan  non
              tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM.

              "Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama
              pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini
              agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun bangkit," ucap dia.

              5.  Program  dikritik    Direktur  Eksekutif  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance
              Tauhid Ahmad mengatakan, pemberian insentif kepada karyawan swasta tersebut berisiko kian
              meningkatkan kesenjangan masyarakat di akhir tahun.


              Pasalnya,  dia  menilai  pemerintah  tidak  memperhitungkan  besaran  pengeluaran  antar-
              masyarakat dengan gaji di bawah Rp 5 juta tersebut.

              "Untuk penghasilan upah buruh saja Rp 2,9 juta per bulan. Jadi yang Rp 5 juta itu bukan buruh,
              dan dia juga dapat. Ini timbulkan kesenjangan antara Rp 2,9 juta sampai yang Rp 5 juta," ujar
              dia.

              Lebih lanjut, dia pun mengatakan, masyarakat dengan gaji mendekati Rp 5 juta tidak masuk
              kategori penduduk miskin. Sementara itu, penduduk yang masuk kategori miskin adalah mereka
              yang memiliki pengeluaran di bawah Rp 2,3 juta per bulan.
              Menurut dia,  BLT  kepada karyawan tersebut tidak akan tepat sasaran dan tidak akan efektif
              dalam mendongkrak kinerja perekonomian.

              (Sumber: KOMPAS.com/Akhdi Martin Pratama, Yohana Artha Uly, Ade Miranti | Editor: Bambang
              P. Jatmiko, Erlangga Djumena, Sakina Rakhma Setiawan).








                                                           623
   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628   629