Page 643 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 643
berupaya meringankan beban pekerja ter-PHK melalui berbagai stimulus, termasuk menyalurkan
berbagai bantuan sosial bagi para korban PHK, Kartu Prakerja, program padat karya, dan
kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja yang terdampak pandemi.
Sementara itu Kadisnakertrans Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, mengungkapkan
bahwa kondisi ketenagakerjaan yang ada di Jawa Barat saat ini tingkat angka pengangguran
terbuka di Jawa Barat masih cukup tinggi. Ditambah lagi, masih tingginya angka disparitas UMK
ditingkat Kabupaten/Kota, yang berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing
keterampilan yang ada di Jawa Barat.
"Tentu Kami di provinsi meminta bantuan arahan dari pusat dan Bu Menteri agar sarana dan
prasarana pelatihan di Jawa Barat dan permasalahan lainnya dapat diatasi dengan baik," ungkap
Taufik.
" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020 Badan Pusat
Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 sebesar -5,32
persen. Dengan demikian, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi semester I tahun ini tercatat
mengalami kontraksi sebesar 1,26 dibandingkan semester I tahun lalu.
"Perekonomian Indonesia pada triwulan II-2020 secara yoy mengalami kontraksi 5,32 persen.
Kalau dibandingkan secara Q to Q dengan triwulan I maka pertumbuhan ekonomi sebesar -4,19
persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, Rabu (5/8).
Suhariyanto mengatakan, pandemi Virus Corona membawa dampak yang luar biasa bagi
perekonomian. Beberapa negara di dunia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi.
"Catatan peristiwa mengenai apa yang terjadi di triwulan II-2020, Covid-19 membawa dampak
yang luar biasa buruk dan membawa efek domino masalah kesehatan ke masalah ekonomi dan
sosial," paparnya.
Negara negara di dunia, kata Suhariyanto, berupaya menyelamatkan pertumbuhan ekonomi
dengan mengutamakan kesehatan rakyatnya. Hal tersebut juga dilakukan oleh Indonesia.
"Virus Corona juga enghantam UMKM hingga koorporasi. Banyak kebijkan yang dilakukan oleh
berbagai negara semuanya mengutamakan kesehatan," tandasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi
Indonesia di kuartal II 2020. Di atas prediksi, ekonomi Indonesia mengalami minus 5,32 persen.
Sebelumnya, pemerintah memproyeksi ekonomi Indonesia akan terkontraksi di angka -4,3
persen. Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, ekonomi Indonesia juga terkontraksi secara year quartal
to quartal (q to q) yang sebelumnya 2,97 persen (kuartal I 2020).
"Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I 2020 dibandingkan semester I
2019 terkontraksi 1,29 persen," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).
Dirinya menjelaskan, pandemi Corona yang melanda Indonesia sejak awal tahun menjadi
penyebab utama penurunan ini.
Pandemi Covid-19 telah menciptakan efek domino dari masalah sosial dan ekonomi, dan
dampaknya menghantam seluruh lapisan masyarakat mulai dari rumah tangga, UMKM hingga
korporasi.
Harga komoditas migas dan hasil tambang di pasar internasional pada kuartal II 2020 secara
umum mengalami penurunan baik q to q maupun yoy, sementara harga komoditas makanan
642

