Page 646 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 646

positive  -  Ida  Fauziyah  (Menaker)  Bantuaninimeru-pakan  program  stimulus  yang  digodok
              bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kernenaker, Ke-menkeu, dan BPJS
              Ketenagakerjaan (BPJamsostek, Red)



              Ringkasan

              Pemotongan gaji menjadi alasan utama pemerintah membelikan tambahan gaji kepada pekerja.
              Karena itu, yang disasar adalah mereka yang tercatat di BP-Jamsostek sebagai peserta dengan
              nilai iuran di bawah Rpl50 ribu.

              Selama ini mereka tidak masuk skema bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah. Hal tersebut
              disampaikan Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin
              dalam pa-parannyadikantorpresiden kemarin(7/8).


              NOMOR REKENING PEKERJA MULAI DIVERIFIKASI

              Pemotongan gaji menjadi alasan utama pemerintah membelikan tambahan gaji kepada pekerja.
              Karena itu, yang disasar adalah mereka yang tercatat di BP-Jamsostek sebagai peserta dengan
              nilai iuran di bawah Rpl50 ribu.
              SElAMAinimerekatidakmasukske-ma bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah. Hal tersebut
              disampaikan Ketua Satgas Pemulihan dan'I'ransforma-si Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin
              dalam pa-parannyadikantorpresiden kemarin(7/8).

              Diamenjelaskan,  pemerintah  sudah  mengeluarkan  bantuan  sosial  untuk  berbagai  segmen
              masyarakat Khususnya untuk 29 juta keluarga paling mis-

              kin atau setara 120 juta penduduk. Lewat program keluarga harapan (PKH), kartu sembako,
              bansos tunai, bansos desa, dan lainnya.

              Bagi mereka vangterkenaPHK, disediakan stimulus berupa program kartu prakerja liingga padat
              karya tunai. 'Ada satu segmen yang masih kita lihat perlu diberi bantuan. Yakni, tenaga kerja
              for-mal yang masih bekerja di perusahaan dan membayar iuran BPJamsostek, tetapi kondisi
              perusahaannya kurang baik Karena itu, sebagian dipotong gajinya," terangnya.

              Para  karyawan  tersebut  selama  ini  tidak  bisa  mendapat  bantuan  karena  tidakmasukkriteria.
              Mereka  bukan  kelompok  rumah  tangga  miskin,  juga  bukan  kelompok  pekerja  yang  di-P1IK
              Padahal,  mereka  juga  membutuhkan  bantuan  karena  gajinya  dipotong.  'Danorang-orangdi
              segmenini cukup banyak,' lanjutwafcfl menteri BUMNke-2itu

              Pihaknya  kemudian  bekerja  sama  dengan  BPJamsostek  untuk  menyisir  data  para  karyawan
              tersebut Hasilnya, didapati 13,8 juta karyawan dengan nilai iuran di bawah Rp 150 ribu. Artinya,
              pendapatan  mereka  di  bawah  Rp5  juta  per  bidan.  'Sebagian  besar  di  antara  mereka
              berpendapatan Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan' tuturnya.


              Dia memastikan, tidakada di antara 13,8 juta karyawan itu yang berstatus PNS ataupun kaiyawan
              BUMN. Sebab, tidak ada instansi pemerintah maupun BUMN yang sampai memotong gaji para
              karyawannya.

              Bantuan sebesar Rp600ribu per bu-lan itu akan diberikan secara tunai dalam dua tahap. Tahap
              pertama diberikan di kuartal III atau September mendatang. Kemudian, tahap kedua di kuartal
              IV. Bisa November atau Desember. Semuanya langsung masukke rekening


                                                           645
   641   642   643   644   645   646   647   648   649   650   651