Page 690 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 690

ketenagakerjaan. Data Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker mengungkapkan 3,5 juta
              pekerja  terdampak pandemi dan paling banyak di Provinsi Jawa Barat atau Jabar.
              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  mengungkapkan  hingga  31  Juli  2020  total  pekerja
              formal maupun informal yang terdampak COVID-19 mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Dari
              jumlah  tersebut,  data  yang  sudah  di-  cleansing    Kemnaker  dengan  BPJS  Ketenagakerjaan
              mencapai 2.146.667 orang (yang terdata  by name by address  ).

              Data yang sudah  cleansing  tersebut terdiri dari pekerja formal yang dirumahkan mencapai
              1.132.117 orang dan pekerja formal yang di-PHK sebanyak 383.645 orang. Sedangkan pekerja
              sektor informal yang terdampak mencapai 630.905 orang.

              "Provinsi  Jawa  Barat  menjadi  provinsi  dengan  tenaga  kerja  yang  terdampak  pandemi  paling
              banyak. Tentu dengan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu
              untuk segera ditindaklanjuti sesegera mungkin agar kita bisa tekan laju dampak COVID-19 ini ke
              depannya," kata Ida Fauziyah melalui pernyataan resmi, Senin (10/8).
              Menurut data yang dihimpun Kemnaker hingga 31 Juli 2020,  pekerja  formal maupun informal
              yang terdampak COVID-19 di Provinsi Jawa Barat mencapai lebih dari 342.772 orang pekerja.

              Sesuai  arahan  Presiden  Jokowi,  lanjut  Ida,  Pemerintah  melalui  program  Pemulihan  Ekonomi
              Nasional berupaya meringankan beban pekerja ter-PHK melalui berbagai stimulus. Termasuk
              menyalurkan  berbagai  bantuan  sosial  bagi  para  korban  PHK,  Kartu  Prakerja,  program  padat
              karya, dan kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja yang terdampak  pandemi  .

              Politikus Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB itu menambahkan, Pemerintah akan memberikan
              stimulus berupa  subsidi upah  kepada  para  pekerja  peserta  aktif  BPJS  Ketenagakerjaan  yang
              penghasilannya  di bawah  Rp 5 juta.

              "Subsidi upah diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan
              per dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar
              Rp1,2 juta," ungkap Ida.

              Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik
              Garsadi  , mengungkapkan bahwa kondisi ketenagakerjaan yang ada di  Jabar  saat ini tingkat
              angka  pengangguran  terbuka  masih  cukup  tinggi.  Ditambah  lagi,  masih  tingginya  angka
              disparitas  UMK  ditingkat Kabupaten/ Kota, yang berdampak pada minimnya produktivitas dan
              daya saing keterampilan yang ada di Jawa Barat.

              "Tentu Kami di provinsi meminta bantuan arahan dari pusat dan Bu Menteri agar sarana dan
              prasarana pelatihan di Jawa Barat dan permasalahan lainnya dapat diatasi dengan baik," ungkap
              Taufik.

              Pekerja  Jabar  PHK  Kemnaker  Pandemi2020 (c) PT Dynamo Media Network  Version 1.1.260.


















                                                           689
   685   686   687   688   689   690   691   692   693   694   695