Page 694 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 694

Lanjut Ida, secara nasional hingga 31 Juli 2020 menunjukkan secara total baik pekerja formal
              maupun informal yang terdampak COVID-19 mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Sedangkan dari
              data yang sudah di cleansing  kemnaker  dengan  BPJS  Ketenagakerjaan mencapai 2.146.667
              orang yang terdata by name by address.

              "Data yang sudah  cleansing  tersebut terdiri dari pekerja formal yang dirumahkan mencapai
              1.132.117  orang,  sementara  pekerja  formal  yang  di-PHK  mencapai  383.645  orang,"  ungkap
              politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

              Sedangkan,  kata  Ida,  pekerja  sektor  informal  yang  terdampak  mencapai  630.905  orang.
              Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional berupaya meringankan beban pekerja
              ter-PHK melalui berbagai stimulus. Termasuk menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi para
              korban  PHK,  kartu  prakerja  serta  masifikasi  program  padat  karya  dan  kewirausahaan  untuk
              penyerapan tenaga kerja yang terdampak pandemi.

              Bahkan menurut Ida, pemerintah akan memberikan stimulus berupa subsidi upah kepada para
              pekerja peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang penghasilannya dibawah 5 juta rupiah. Subsidi
              upah diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan per dua
              bulan sekali. "Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2
              juta", ungkap Ida.

              Maka  dengan  demikian,  diharapkan  dengan  adanya  stimulus  seperti  ini,  maka  daya  beli
              masyarakat  akan  mulai  meningkat.  Sehingga  akan  berdampak  pada  pertumbuhan  positif
              perekonomian  Indonesia  di  kuartal  III  dan  IV  kedepannya.  Ida  mengajak  jajarannya  di
              Kadisnaker Kabupaten atau Kota untuk bersama sama gotong royong dan menjaga soliditas
              moral  sosial.  Itu  dilakukan  guna  serius  dalam  penanganan  dan  pemulihan  disektor
              ketenagakerjaan yang ada di Jawa Barat.

              Kadisnaker  Provinsi  Jawa  Barat  Rachmat  Taufik  Garsadi  mengungkapkan,  kondisi
              ketenagakerjaan yang ada di Jawa Barat saat ini tingkat angka pengangguran terbuka di Jawa
              Barat masih cukup tinggi. Tambah lagi, masih tingginya angka disparitas UMK ditingkat Kab/Kota,
              yang berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing keterampilan yang ada di Jawa
              Barat.

              "Tentu Kami di provinsi meminta bantuan arahan dari pusat dan Bu Menteri agar sarana dan
              prasarana pelatihan di Jawa Barat dan permasalahan lainnya dapat diatasi dengan baik", tutup
              Taufik..




























                                                           693
   689   690   691   692   693   694   695   696   697   698   699