Page 693 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 693
Judul Menaker: Pekerja di Jabar Paling Banyak Terdampak Covid-19
Nama Media republika.co.id
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://republika.co.id/berita/qetu88380/menaker-pekerja-di-jabar-
paling-banyak-terdampak-covid19
Jurnalis ali mansur
Tanggal 2020-08-10 09:43:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Tentu dengan kondisi dan tantangan
ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk segera ditindaklanjuti sesegera mungkin
agar kita bisa tekan laju dampak Covid-19 ini kedepannya
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Data yang sudah cleansing tersebut terdiri
dari pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1.132.117 orang, sementara pekerja formal yang
di-PHK mencapai 383.645 orang
neutral - Rachmat Taufik Garsadi (Kadisnaker Provinsi Jawa Barat) Tentu Kami di provinsi
meminta bantuan arahan dari pusat dan Bu Menteri agar sarana dan prasarana pelatihan di Jawa
Barat dan permasalahan lainnya dapat diatasi dengan baik
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan Provinsi Jawa Barat menjadi
provinsi dengan tenaga kerja yang terdampak imbas dari Covid-19 paling banyak. Data yang
dihimpun hingga 31 Juli 2020 menunjukkan secara total baik pekerja formal maupun informal
yang terdampak Covid-19 di Provinsi Jawa Barat mencapai lebih dari 342.772 orang pekerja.
MENAKER: PEKERJA DI JABAR PALING BANYAK TERDAMPAK COVID-19
JAKARTA--Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan Provinsi Jawa
Barat menjadi provinsi dengan tenaga kerja yang terdampak imbas dari Covid-19 paling banyak.
Data yang dihimpun hingga 31 Juli 2020 menunjukkan secara total baik pekerja formal maupun
informal yang terdampak Covid-19 di Provinsi Jawa Barat mencapai lebih dari 342.772 orang
pekerja.
"Tentu dengan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk
segera ditindaklanjuti sesegera mungkin agar kita bisa tekan laju dampak Covid-19 ini
kedepannya," ujar Ida, dalam keterangan tertulisnya, Ahad (9/8).
692

