Page 728 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 728

Menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Jawa Barat merupakan wilayah yang
              mencatat paling banyak pekerja terimbas akibat pandemi ini. Hal itu berdasarkan data yang
              dihimpun hingga 31 Juli 2020.

              Selama rentang waktu tersebut, pekerja formal maupun informal yang terdampak COVID-19 di
              Provinsi  Jawa  Barat  mencapai  lebih  dari  342.772  orang.  Tentu  saja,  kondisi  ini  memerlukan
              perhatian khusus untuk segera ditindaklanjuti agar dampak pandemi COVID-19 bisa ditekan.

              "Tentu dengan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk
              segera  ditindaklanjuti  sesegera  mungkin,"  ujar  Ida  dalam  keterangan  tertulis,  Minggu  (9/8).
              "Agar kita bisa tekan laju dampak COVID-19 ini ke depannya."  Hingga 31 Juli, jumlah pekerja
              terdampak COVID-19 secara nasional tercatat ada lebih dari 3,5 juta orang. Jumlah tersebut
              merupakan gabungan dari pekerja formal maupun informal. Sementara itu, data yang sudah di-
              cleansing  Kemnaker dengan BPJS Ketenagakerjaan mencatat ada 2.146.667 orang yang terdata
              by name by address  .

              "Data yang sudah  cleansing  tersebut terdiri dari pekerja formal yang dirumahkan mencapai
              1.132.117 orang," jelasnya menambahkan. "Sementara pekerja formal yang di-PHK mencapai
              383.645  orang."    Untuk  membantu  para  pekerja  yang  terdampak  PHK  ini,  pemerintah  telah
              memberikan  beragam  stimulus  melalui  program  Pemulihan  Ekonomi  Nasional.  Stimulus  ini
              berupa mulai dari bantuan sosial, Kartu Pra Kerja, hingga masifikasi program padat karya dan
              kewirausahaan.
              Kekinian, pemerintah bahkan berencana untuk memberikan gaji tambahan sebesar Rp 600 ribu
              bagi para pekerja yang berpenghasilan kurang dari 5 juta rupiah per bulan. Namun rupanya hal
              ini juga tak luput dari kritikan.

              Pasalnya,  ada  syarat  tertentu  yang  harus  dipenuhi  yakni  pekerja  yang  bersangkutan  harus
              terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, program ini juga dianggap justru berpotensi
              memicu kesenjangan  sosial di tengah masyarakat.







































                                                           727
   723   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733