Page 732 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 732

BUMN.  Pegawai  atau  pekerja  yang  berhak  menerima  bantuan  hanya  yang  terdaftar  di  BPJS
              Ketenagakerjaan.
              "Kami akan segera berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait jumlah pegawai yang
              tergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Manto Jorghi kepada  Radar Depok  (Group
              Pojoksatu.id), Minggu (09/08/2020).

              Manto menjelaskan, apabila melihat dari data 2019 data dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok,
              sebanyak 125.161 jiwa dari Pekerja Penerima Upah. Sementara, Pekerja Bukan Penerima Upah
              sebanyak  14.548  jiwa.  Guna  memvalidasi  data  pekerja  yang  akan  mendapatkan  bantuan
              tersebut, dibutuhkan data yang akurat. Manto mengungkapkan, saat ini Kementerian Tenaga
              Kerja Republik Indonesia sedang mematangkan aturan atau regulasinya yang akan dilaksanakan
              terkait pemberian program tersebut. Namun, apabila menyimak pengarahan dari Kementerian,
              dalam waktu dekat setelah pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah melakukan validasi data, data
              terebut akan diserahkan ke Kementerian Keuangan RI.

              "Data yang sudah di terverifikasi akan di serahkan ke Kementerian Keuangan RI, guna diproses
              dan ditransfer ke rekening pekerja," terang Manto.

              Terkait data tersebut, pihak BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok tak merespon pertanyaan yang
              dilontarkan Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id). Sementara sebelumnya, pemerintah akan
              menjalankan  program  subsidi  gaji  bagi  pekerja  dengan  upah  di  bawah  Rp  5  juta.  Menteri
              Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  berharap,  program  yang  akan  berjalan  September  ini  mampu
              menjaga  daya  beli  dan  kesejahteraan  pekerja.  Jumlah  pekerja  swasta  yang  memiliki  gaji  di
              bawah Rp5 juta sebanyak 13,8 juta pekerja. Data ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang
              akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran dan meminimalkan terjadinya duplikasi.

              "Pemerintah  berharap  subsidi  ini  dapat  menjaga  daya  beli  dan  kesejahteraan  pekerja  yang
              terdampak Covid-19," kata Ida dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8).

              Ida menerangkan, subsidi gaji sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan atau total Rp2,4
              juta ini, akan diberikan setiap dua bulan sekali. Dengan begitu, dalam satu kali pencairan, pekerja
              akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta.

              Menurut Ida, pembayaran yang dilakukan sebanyak dua kali untuk memastikan daya beli dan
              konsumsi tetap terjaga. Ini juga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga
              dan keempat tahun ini.

              Sementara itu, syarat pekerja yang menerima subsidi ini adalah pekerja swasta di luar PNS dan
              pegawai  BUMN.  Pekerja  penerima  subsidi  harus  pekerja  yang  aktif  terdaftar  di  BPJS
              Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan, atau setara dengan gaji di bawah
              Rp5 juta per bulan.

              "Penerima  subsidi  gaji  adalah  pekerja  yang  membayar  iuran  BPJS  Ketenagakerjaan.  Hal  ini
              sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,"
              kata Ida.

              Adapun, Ida mengatakan, subsidi gaji ini merupakan perluasan stimulus bantuan sosial yang
              digodok  bersama  Tim  Satgas  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  (PEN),  Kemnaker,  Kementerian
              Keuangan  dan  BPJS  Ketenagakerjaan.  Untuk  menjalankan  program  subsidi  ini,  Kementerian
              Keuangan telah menganggarkan dana sekitar Rp 33,1 triliun. Stimulus ini juga diharapkan dapat
              mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi.





                                                           731
   727   728   729   730   731   732   733   734   735   736   737