Page 552 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 552

UU Cipta Kerja menghapus hak pekerja/ buruh mengajukan permohonan pemutusan hubungan
              kerja (PHK) jika merasa dirugikan oleh perusahaan.
              Pasal  169  ayat  (1)  UU  Ketenagakerjaan  menyatakan,  pekerja/buruh  dapat  mengajukan  PHK
              kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial jika perusahaan, di antaranya
              menganiaya, menghina secara kasar, atau mengancam.

              Pengajuan PHK juga bisa dilakukan jika perusahaan tidak membayar upah tepat waktu selama
              tiga bulan berturut-turut atau lebih. Ketentuan itu diikuti ayat (2) yang menyatakan pekerja akan
              mendapatkan  uang  pesangon  dua  kali,  uang  penghargaan  masa  kerja  satu  kali,  dan  uang
              penggantian hak sebagaimana diatur dalam Pasal 156.

              Namun,  Pasal  169  ayat  (3)  menyebut,  jika  perusahaan  tidak  terbukti  melakukan  perbuatan
              seperti  yang  diadukan  ke  lembaga  penyelesaian  perselisihan  hubungan  industrial,  maka  hak
              tersebut tidak akan didapatkan pekerja. Pasal 169 ini seluruhnya dihapus dalam UU Cipta Kerja.

              Sempat  terjadi  ketegangan  setelah  pembacaan  hasil  kesepakatan  dalam  Badan  Musyawarah
              (Bamus) oleh Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Adi Atgas.

              Penyebabnya,  pimpinan  rapat  paripurna  langsung  memberi  penawaran  kepada  Menteri
              Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  untuk  memberikan  pandangan  akhir
              sebelum mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU.

              Kemudian,  tawaran  kedua,  pandangan-pandangan  fraksi  akan  dapat  disampaikan  setelah
              pemaparan Airlangga. Interupsi pun diajukan anggota Fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman.

              "Sesuai  dengan  mekanisme,  sesuai  dengan  undang-undang,  sesuai  dengan  konvensi  yang
              berlaku di dewan dan apa yang telah disepakati. Kami mohon biarkan kesempatan diberikan
              kepada fraksi-fraksi untuk menyampaikan pandangan dan sikapnya," kata Benny.
              "Ini  RUU  yang  kami  anggap  sangat  penting  dan  juga  ingin  supaya  publik  tahu  paling  tidak
              mengapa fraksi kami menyatakan penolakannya terhadap RUU ini. Setelah itu, Menko mewakili
              Presiden berkenan menyampaikan pandangan dan sikapnya," lanjutnya.

              Namun, usul tersebut tidak langsung disetujui oleh sejumlah peserta dan pimpinan rapat. Buntut
              disahkannya  UU  Cipta  Kerja  membuat  banyak  pihak  melakukan  penolakan  melalui  aksi
              demontrasi hingga berakhir ricuh.

              Salah satunya seperti yang terjadi di Bandung, Jawa Barat. Namun, kata Kapolrestabes Bandung
              Kombes  Ulung  Sampurna  Jaya,  demonstran  yang  membuat  kerusuhan  bukan  dari  kelompok
              buruh dan mahasiswa.

              Hal itu dikatakan Ulung terkait aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Bandung
              yang berakhir ricuh pada Selasa (6/10/2020). Menurut Ulung, ada 10 orang yang ditangkap atas
              kerusuhan tersebut.

              "Kemungkinan ada 10 orang yang diamankan oleh Tim Prabu dan Reserse, kita akan lakukan
              pemeriksaan terhadap mereka dan dari kelompok mana mereka berasal," kata Ulung kepada
              wartawan, Selasa (6/10/2020) malam.

              Ulung mengatakan, setelah mahasiswa melakukan demonstrasi, ada massa lain yang datang ke
              depan Gedung DPRD Jabar untuk melakukan unjuk rasa.

              "Diperkirakan dari kelompok lain yang bukan mahasiswa, sehingga mereka tadi dorong-dorongan
              dengan  anggota  dan  berupaya  menguasai  Gedung  Dewan,  serta  penimpukan,"  ujar  Ulung.
              /Akbar Bhayu Tamtomo  Infografik: Sejumlah Poin  Omnibus Law  UU Cipta Kerja yang Menuai
              Sorotan.
                                                           551
   547   548   549   550   551   552   553   554   555   556   557