Page 553 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 553
Judul UU Cipta Kerja: Waktu Lembur Makin Panjang, Libur 2 Hari Per Minggu
Hilang
Nama Media wartaekonomi.co.id
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.wartaekonomi.co.id/read307718/uu-cipta-kerja-waktu-
lembur-makin-panjang-libur-2-hari-per-minggu-hilang
Jurnalis Redaksi
Tanggal 2020-10-07 10:21:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) yang baru saja
disahkan DPR dan pemerintah dalam Rapat Paripurna DPR kemarin, memuat sejumlah ketentuan
yang merugikan pekerja/buruh. Seperti misalnya, ketentuan waktu lembur yang ditambah dan
libur mingguan 2 hari per minggu yang ditiadakan.
UU CIPTA KERJA: WAKTU LEMBUR MAKIN PANJANG, LIBUR 2 HARI PER MINGGU
HILANG
Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) yang baru saja
disahkan DPR dan pemerintah dalam Rapat Paripurna DPR kemarin, memuat sejumlah ketentuan
yang merugikan pekerja/buruh. Seperti misalnya, ketentuan waktu lembur yang ditambah dan
libur mingguan 2 hari per minggu yang ditiadakan.
Hal ini berdasarkan pengamatan terhadap draf terakhir RUU Ciptaker dari Badan Legislasi (Baleg)
DPR per 5 Oktober 2020, dan UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
Dalam perubahan ke-22 Bab IV tentang Ketenagakerjaan atau perubahan Pasal 78 UU 13/2003,
ada penambahan waktu kerja lembur menjadi paling lama 4 jam/hari dan 18 jam/minggu.
Padahal, sebelumnya 3 jam/hari dan 14 jam/minggu. Serta, ketentuan tambahan waktu kerja
lembur dan upah lembur diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang sebelumnya Keputusan
Menteri (Kepmen).
Pasal 78 (1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) harus memenuhi syarat: a. ada persetujuan pekerja/buruh
yang bersangkutan; dan b. waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling lama 4 (empat)
jam dalam 1 (satu) hari dan 18 (delapan belas) jam dalam 1 (satu) minggu.
(2) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) wajib membayar upah kerja lembur.
552

