Page 627 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 627
Judul Hari Ini, Buruh Lanjutkan Aksi Mogok Kerja Nasional Protes UU Cipta
Kerja
Nama Media merdeka.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.merdeka.com/peristiwa/hari-ini-buruh-lanjutkan-aksi-
mogok-kerja-nasional-protes-uu-cipta-kerja.html
Jurnalis Eko Prasetya
Tanggal 2020-10-07 09:16:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) Setelah kemarin ratusan
ribu bahkan hampir satu juta buruh keluar dari pabrik-pabrik untuk mengikuti mogok nasional,
hari ini kami akan melanjutkan pemogokan tersebut
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa para buruh
hari ini melanjutkan aksi mogok kerja nasional yang dimulai Selasa (6/10) sebagai bentuk protes
terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.
HARI INI, BURUH LANJUTKAN AKSI MOGOK KERJA NASIONAL PROTES UU CIPTA
KERJA
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa para buruh
hari ini melanjutkan aksi mogok kerja nasional yang dimulai Selasa (6/10) sebagai bentuk protes
terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.
"Setelah kemarin ratusan ribu bahkan hampir satu juta buruh keluar dari pabrik-pabrik untuk
mengikuti mogok nasional, hari ini kami akan melanjutkan pemogokan tersebut," kata Said Iqbal
dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta , dilansir Antara, Rabu (7/10).
Said membantah tuduhan bahwa aksi mogok kerja tersebut ilegal, mengutip Undang-Undang
(UU) No.9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan Pasal 4 UU
No.21/2000 yang menyebutkan bahwa serikat buruh mempunyai fungsi sebagai perencana,
pelaksana, dan penanggung jawab pemogokan pekerja/buruh sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Dia juga mengutip UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No.12/2005 tentang
Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik. Said mengemukakan, aksi
626

