Page 623 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 623
"Hanya dua organisasi buruh yakni FSPMI dan SPN saja yang melakukan aksi. Serikat burih lain
sepertinya tidak bergerak bersama, jadi hanya anggota kami yang ada di sekitar 40 perusahaan
yang bergerak," ujarnya.
Willy mengakui, UU Omnibus LawCipta Kerja terkesan dipaksakan. Hal ini dirasakan pihaknya
yang melakukan aksi di lakukan penekanan dari berbagai pihak yang merasa kepentingannya
terganggu, sehingga ada indikasi bagaimana aksi buruh di Sumut dapat di gagalkan.
"Namun, kami tetap pada pendirian, dengan tetap melakukan Penolakan Omnibus Law karena
kami menganggap itu merampas hak buruh secara terang terangan," ungkapnya.
Willy menjelaskan, UU Cipta Kerja ini merupakan UU yang sangat tidak memanusiakan kaum
buruh, bahkan ini merupakan UU terburuk yang ada di dunia.
Setelah jaman Belanda hak normatif buruh terus ditingkatkan, justru di era presiden Jokowi hak
buruh di kebiri terang-terangan, bahkan di hapus nama UU Ketenagakerjaan menjadi Cipta Kerja.
Menurutnya, UU Cipta Kerja sama dengan UU Pengusaha, jadi selamat tinggal kaum buruh tidak
ada lagi perlindungan dan kesejahteraan untuk buruh Indonesia.
Upah akan jadi murah, pesangon dikurangi sangat jauh bahkan bisa dikatakan sulit
mendapatkannya lagi, outsourcing kontrak kerja seumur hidup, itu artinya UU tersebut
melegalkan perbudakan, sanksi pidana ketenagakerjaan dihilangkan. Tenaga Kerja Asing bebas
masuk dan lainnya.
Untuk itu, FSPMI menyatakan akan tetap terus berjuang menolak UU Cipta Kerja sampai
kapanpun dan akan terus melakukan upaya hukum dengan menggugat UU tersebut ke
Mahkamah Konstitusi melalui Judicial Rivew dan aksi buruh.
"Kami mengajak seluruh buruh di Sumut agarsadardan bangkit dari tidurnya. Jangan biarkan
kami sendiri yangberjuangdan buruh bersatu tak bisadikalahkan," tegasnya, (ik)
caption:
AKSI TOLAK: Elemen buruh duri DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut,
melakukan Aksi Mogok Kerja Nasional yang dimulai pada pagi hari pukul 08.00 Wib hingga sore
hari. Selasa ( 6/10). FSPMI Sumut melakukan aski tolak Omnibus La w Cipta Kerja.
622

