Page 621 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 621

MENGAKU TAK BERDAYA CEGAH PENGESAHAN RUU CIPTA KERJA, FADLI ZON
              MINTA MAAF
              Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon mengaku tak berdaya mencegah  RUU Cipta Kerja  disahkan.
              Menurut dia, hal itu disebabkan dirinya bukan bagian dari Badan Legislatif atau Baleg.

              "Sebagai anggota DPR, saya termasuk yang tak dapat mencegah disahkannya UU ini. Saya bukan
              anggota Baleg," kata Fadli dalam keterangannya, Rabu (7/10/2020).

              Selain itu, Fadli juga mengaku terkejut dengan dimajukannya jadwal sidang paripurna hari Senin,
              5  Oktober  2020  kemarin.  Sebab  diketahui,  menurut  jadwal  sebelumnya,  agenda  tersebut
              seharusnya dihelat pada Kamis, 8 Oktober 2020.

              "Pemajuan ini sekaligus mempercepat masa reses. Ini bukan apologi, tapi realitas dari konfigurasi
              politik yang ada. Saya mohon maaf," ungkap Fadli.
              Menurut Fadli, dalam situasi krisis kesehatan saat ini, seharusnya bisa penanganan pandemin
              bisa lebih, ketimbang  RUU Cipta Kerja  . Karenanya, pengesahan yang terjadi kemarin lusa
              dinilainya tidak tepat waktu.

              "Prioritas utama mestinya isu kesehatan dan kemanusiaan seperti dinyatakan Presiden sendiri,"
              Fadli menandasi.

              Ribuan  buruh  di  berbagai  daerah  melakukan  aksi  mogok  keja  sebagai  protes  disahkannya
              Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Mereka turun ke jalan untuk meluapkan kekecewaannya
              kepada  DPR  dan  pemerintah  yang  menggesahkan  RUU  Cipta  Kerja  tanpa  berunding dengan
              buruh.

              Seperti yang terpantau di kawasan industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang. Buruh wanita
              maupun laki-laki, turun ke jalan kawasan industri tersebut. Meski berdesakan, para buruh tetap
              mengenakan masker.

              "Janjinya pemerintah, anggota dewan dan perwakilan buruh, akan membahas pasal satu per
              satu. Tapi di tengah perjalanan, malah seperti kejar tayang lalu disahkan," protes Budiono, Wakil
              Ketua DPC KSPSI Tangerang.

              Menurut dia, pada hari ini sebanyak 14 ribu buruh yang mogok kerja dan turun ke jalan.
              "Hampir semua para pekerja perusahaan melakukan aksi mogok kerja ini. Di Cikupa ada 14 ribu
              karyawan keluar semua," ungkapnya.

              Aksi  protes  ini  akan  dilakukan  berhari-hari,  yakni  kemarin  tanggal  5  hingga  8  Oktober
              mendatang.

              "Harapan  kami  selaku  pekerja  Indonesia,  mengharap  pemerintah  segera  mencabut  atau
              membatalkan UU Omnibus Law ini," tegasnya.

              Aksi protes ini juga dilakukan oleh buruh di Jawa Timur. Ratusan elemen buruh dari berbagai
              organisasi mendesak pemerintah mencabut UU Cipta Kerja.

              Aksi buruh ini juga terjadi di Bekasi. Sekitar 800 buruh melakukan long march bermula dari Jalan
              RE Martadinata, SGC, Jalan Raya Industri Jababeka hingga ke Kantor Pemkab Bekasi..







                                                           620
   616   617   618   619   620   621   622   623   624   625   626