Page 651 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 651

Proses  pembentukan  RUU  Cipta  Kerja  selama  ini  berlangsung  cepat,  tertutup  dan  minim
              partisipasi  publik.  Dalam  penyusunannya,  tertutupnya  akses  terhadap  draft  RUU  Cipta  Kerja
              membuat publik kesulitan memberikan masukan bahkan, akses terhadap dokumen RUU ini baru
              tersedia pasca RUU tersebut selesai dirancang pemerintah dan kemudian diserahkan kepada
              DPR  .

              Selain itu, DPR dan pemerintah tetap melanjutkan pembahasan RUU kontroversial ini di tengah
              pandemi  Covid-19.  Rapat-rapat  pembahasan  diselenggarakan  secara  tertutup  dan
              perkembangan pembahasan draft tidak didistribusikan kepada publik. Menurutnya, pembahasan
              yang terus berlangsung selama pandemi dan dilakukan tanpa partisipasi publik yang maksimal
              hanya semakin menunjukkan ketidakpedulian DPR terhadap suara dan masukan publik.

              "Minimnya keterbukaan dan partisipasi publik membuat draft RUU Cipta Kerja rawan disusupi
              oleh kepentingan tertentu yang hanya menguntungkan segelintir pihak saja," terang dosen FH
              UGM ini.

              Buruh  Ancam  Mogok  Nasional,  Menaker  Ida  Fauziyah  Tulis  Surat  Terbuka    RUU  Cipta  Kerja
              menurut dia, bukan solusi atas persoalan regulasi yang ada di Indonesia. Banyak pendelegasian
              wewenang  yang  terdapat  dalam  RUU  ini  tidak  mencerminkan  simplifilkasi  dan  harmonisasi
              peraturan perundang-undangan. Secara substansi RUU Cipta Kerja mengarah pada sentralisasi
              kekuasaan yang rentan terhadap potensi  korupsi  . RUU Ini memberikan kewenangan yang
              besar kepada pemerintah pusat yang dapat mengurangi desentralisasi di Indonesia.
              Sentralisasi yang berlebihan rentan terhadap potensi korupsi, salah satunya karena akan semakin
              minimnya  pengawasan.  "Pemusatan  kewenangan  pada  presiden  (presiden  heavy)  dapat
              menyisakan persoalan bagaimana memastikan kontrol presiden atas kewenangan itu,"tegasnya.

              Lebih  lanjut dia  menyampaikan  dalam  RUU  Cipta  Kerja  ini terdapat potensi  penyalahgunaan
              wewenang  pada  ketentuan  diskresi.  Sebab,  dalam  RUU  ini  menghapus  persyaratan  "tidak
              bertentangan dengan UU" yang sebelumnya ada dalam UU Administrasi Pemerintah. Hal tersebut
              membuat lingkup diskresi menjadi sangat luas dan rentan terhadap penyalahgunaan. Terlebih
              Indonesia belum memiliki pedoman yang jelas dalam menentukan batasan diskresi..




































                                                           650
   646   647   648   649   650   651   652   653   654