Page 653 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 653

"Setelah kemarin ratusan ribu bahkan hampir satu juta buruh keluar dari pabrik-pabrik untuk
              mengikuti mogok nasional, hari ini kami akan melanjutkan pemogokan tersebut," kata Presiden
              KSPI, Said Iqbal.

              Berdasarkan catatan KSPI, aksi kemarin dilakukan di berbagai daerah industri seperti Serang,
              Cilegon, Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Bandung,
              Semarang,  Surabaya,  Pasuruan,  Gresik,  Mojokerto,  Lampung,  Medan,  Deli  Serdang,  Batam,
              Banda Aceh, Banjarmasin, Gorontalo, dan lain sebagainya.

              Said Iqbal membantah jika ada yang mengatakan apa yang dilakukan buruh adalah mogok kerja
              secara  ilegal.  Menurutnya,  mogok  kerja  dilakukan  sebagai  bentuk  protes  kaum  buruh  atas
              disahkannya UU Ciptaker.

              Adapun dasar hukum mogok nasional dilakukan sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang
              kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dan UU Nomor 21 Tahun 2000 khususnya
              Pasal  4  yang  menyebutkan,  fungsi  serikat  pekerja  salah  satunya  adalah  merencanakan  dan
              melaksanakan pemogokan.

              "Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No.39 Tahun 1999
              tentang HAM dan UU No.12 tahun 2005 tentang pengesahan kovenan internasional tentang hak-
              hak sipil dan politik," jelasnya.
              Menurut Said, aksi buruh dilakukan dengan tertib, damai, dan tidak anarki. Aksi ini dilakukan
              semata-mata  untuk  meminta  pemerintah  dan  DPR  RI  membatalkan  UU  Ciptaker,  karena  di
              dalamnya  ada  persoalan  mendasar  seperti  pengurangan  pesangon,  karyawan  kontrak  dan
              outsourcing  seumur hidup, UMSK dihilangkan, ada syarat khusus untuk penetapan UMK.

              "Hingga  potensi  hilangnya  jaminan  kesehatan  dan  pensiun  karena  penerapan  kontrak  dan
              outsourcing  ," ujarnya.

              KSPI juga mengimbau agar buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan agar
              tidak terpapar COVID-19, dengan tetap menggunakan masker di lokasi aksi dan menjaga jarak
              di antara massa aksi. (ase).



































                                                           652
   648   649   650   651   652   653   654