Page 649 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 649

Cara  melapor:    Belum  lama  ini,  laman  resmi  Kementerian  Ketenagakerjaan  membuka  kanal
              khusus terkait Bantuan Subsidi Upah ini.
              Di sini kamu bisa bertanya, buat laporan ataupun pengaduan terkait BLT karyawan ini.

              Klik  https://Kemenaker.go.id/  lalu pillih kanal Subsidi Upah,  https://bsu.Kemenaker.go.id/  .

              Atau bisa langsung klik  https://bantuan.Kemenaker.go.id/support/home  Nah di kanal bantuan
              ini, Anda bisa pilih yang mau disampaikan ke Kemenaker.

              Apakah tanya jawab, laporan, atau pengaduan.

              Selamat mencoba ya.

              Semoga resah dan gelisahmu karena dana belum  cair  bisa terjawab.

              Mudah-mudahan Anda sudah mendapatkan BLT atau subsidi gaji.
              Syarat  pekerja swasta  dapat BLT  Setidaknya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

              Diproritaskan, penerima bantuan ini adalah  karyawan swasta  yang masih aktif bekerja.

              Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN.

              Penerima bantuan adalah  karyawan swasta  yang menerima gaji di bawah Rp 5 juta.

              Angka gaji tersebut dilihat berdasarkan upah karyawan yang dilaporkan dan tercatat di BPJS
              Ketenagakerjaan.

              Lebih lanjut lagi lagi, penerima bantuan adalah  karyawan swasta  bergaji di bawah Rp 5 juta
              yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

              Deputi  Direktur  Bidang  Hubungan  Masyarakat  dan  Antar  Lembaga  BPJS  Ketenagakerjaan,
              Irvansyah Utoh Banja mengatakan, pemerintah menggunakan data yang tercatat di lembaganya.

              Utoh berujar, pihaknya berusaha menyelesaikan pengumpulan data nomor rekening tersebut
              sebelum September.
              "Diharapkan  pemberi  kerja  (perusahaan)  dan  tenaga  kerja  ikut  proaktif  menyampaikan  data
              nomor rekening dimaksud sesuai skema dan kriteria pemerintah," kata Utoh, Minggu (9/8/2020)
              seperti dikutip dari Kontan.

























                                                           648
   644   645   646   647   648   649   650   651   652   653   654