Page 527 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 527

Ketua DPC SBSI mengaku UU Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR RI tidak ada keberpihakan
              terhadap buruh. Endang mengaku cukup kaget, undang-undang yang selama ini masih penuh
              kontroversi di kalangan semua pihak itu cepat disahkan.

              Ia juga mempertanyakan alasan pemerintah yang mensahkan undang-undang itu secara diam-
              diam. Ia juga menyoroti, bahwa keputusan pengesahan UU Cipta Kerja tidak berpihak terhadap
              buruh melainkan kepada pengusaha semata.

              "Kenapa harus diputuskan secara diam-diam, apakah ada bagian tertentu? Apa enggak kasian
              dengan rakyat Indonesia khususnya buruh. Di mana rasa  Pancasila  nya? Terutama sila ke-2
              dan ke-5, kemanusiaan  dan keadilannya itu di mana. Kalau berbicara keberpihakannya jelas
              untuk pengusaha semata," ujar Endang, Selasa (06/10).

              Ia mengungkapkan bahwa UU mengatur ketenagakerjaan yang belum sempurna malah diganti
              dengan  UU  yang  menurutnya  tidak  jelas  keberpihakan  terhadap  tenaga  kerjanya,  apalagi
              berdalih dengn menambah lapangan kerja.
              Endang menegaskan bahwa penambahan lapangan kerja dengan penambahan investor, tapi
              menolak lantaran selama ini yang bekerja merupakan warga negara Indonesia.

              "Bicara  persoalan  penambahan  lapangan  kerja,  dengan  menghadirkan  investor  sebanyak-
              banyaknya dan semudah-mudahnya, namun perlu diingat yang dipekerjakan orang Indonesia
              kok malah jadi korban, harusnya orang yang memberi atau diberi mendapat hasil dan manfaat,"
              ucapnya.

              Menurutnya, pemikiran buruh harusnya ada progres di undang-undang untuk mensejahterakan
              buruh.

              "Kami menolak dengan isian  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Cipta
              Kerja yang tidak berpihak kepada Tenaga Kerja di Indonesia, karena pemikiran buruh harusnya
              adanya progres atau perubahan di UU tersebut untuk mewujudkan kesejahteraan bagi buruh
              tidak malah seperti ini," tegasnya.

              Endang menegaskan beberapa hal yang merugikan buruh dengan disahkannya UU Cipta Kerja
              meliputi uang pesangon dihilangkan, upahnya dihitung per jam, dan ini menimbulkan kontroversi
              jika  nilainya  lebih  kecil  dari  sebelumnya,  tidak  ada  kompensasi  bagi  yang  cuti,  kemudian
              outsourcing  diganti dengan kontrak seumur hidup. Jaminan sosial dan kesejahteraannya hilang,
              ironisnya tenaga asing, bebas masuk ke Indonesia.

              (Tara Wahyu)  Pancasila  Solo  DPR  UU Cipta Kerja  RUU Cipta Kerja  Omnibus Law  Investor
              Peraturan  Pemerintah    1001  media  online    Buruh    Undang-undang    Pemerintah    Jawa
              Tengah2020 (c) PT Dynamo Media Network  Version 1.1.292.





















                                                           526
   522   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532