Page 546 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 546

Judul               Kronologi Kericuhan Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Bandung
                Nama Media          liputan6.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://www.liputan6.com/regional/read/4375656/kronologi-kericuhan-
                                    demo-tolak-omnibus-law-cipta-kerja-di-bandung
                Jurnalis            Arie Nugraha
                Tanggal             2020-10-06 22:00:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Narasumber

              negative  -  Ulung  Sampurna  Jaya  (Kepala  Polisi  Kota  Bandung)  Mereka  sengaja  memancing
              petugas biar petugas itu emosi, ya malahan dia itu melempar-lempar. Kita tuh tahap satu, dua,
              tiga baru geser maju ke depan. Ya sementara bisa kita kendalikan gitu saja sepertinya. Artinya,
              selama itu buruh, mahasiswa melakukan (unjuk rasa), kita akan melayani semuanya ya namanya
              mereka menyampaikan aspirasi, ya kita akan layani

              neutral - Ulung Sampurna Jaya (Kepala Polisi Kota Bandung) Kita amankan dahulu. Nanti akan
              kita akan dalami motif dan maksud melakukan hal tersebut



              Ringkasan

              Unjuk rasa menentang ditetapkan Undang-Undang  Omnibus Law  Cipta Kerja di depan gedung
              DPRD Jawa Barat berakhir rusuh. Unjuk rasa itu dibubarkan paksa oleh kepolisian.



              KRONOLOGI KERICUHAN DEMO TOLAK OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DI BANDUNG
              Bandung -   Unjuk rasa menentang ditetapkan Undang-Undang  Omnibus Law  Cipta Kerja di
              depan gedung DPRD Jawa Barat berakhir rusuh. Unjuk rasa itu dibubarkan paksa oleh kepolisian.

              Menurut Kepala Polisi Kota Bandung Ulung Sampurna Jaya, pembubaran ini dilakukan karena
              aksi unjuk rasa tolak  Omnibus Law  tersebut telah melebihi waktu yang telah ditentukan yaitu
              pukul 18.00 WIB. Namun, yang menjadi pemicu ditembakannya meriam air dan gas air mata itu,
              sebut Ulung, karena pengunjuk rasa melakukan pelemparan benda keras ke arah polisi yang
              berjaga.
              "Mereka sengaja memancing petugas biar petugas itu emosi, ya malahan dia itu melempar-
              lempar.  Kita  tuh  tahap  satu,  dua,  tiga  baru  geser  maju  ke  depan.  Ya  sementara  bisa  kita
              kendalikan gitu saja sepertinya. Artinya, selama itu buruh, mahasiswa melakukan (unjuk rasa),
              kita akan melayani semuanya ya namanya mereka menyampaikan aspirasi, ya kita akan layani,"
              ujar Ulung di Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa, 6 Oktober 2020.
                                                           545
   541   542   543   544   545   546   547   548   549   550   551