Page 621 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 621
Yusri menjelaskan orang-orang yang diamankan di depan Gedung Parlemen bukanlah buruh
atau mahasiswa. Sebanyak 18 orang itu terdiri atas pelajar dan pengangguran.
"Ini (diamankan) di depan DPR. Ini bukan buruh atau mahasiswa, anak pengangguran, anak
SMA, anak-anak," katanya.
Yusri mengatakan saat ini anak-anak tersebut tengah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian
dan berdasarkan keterangan awal anak-anak itu mengaku mendapat informasi akan adanya
keributan di sekitar Gedung Parlemen. "Kita lagi ambil keterangan. Katanya mau ada ribut-ribut
makanya kita periksa, kita amankan di sini, habis ini akan dipulangkan," katanya.
Yusri mengatakan anak-anak tersebut tidak dibawa ke Polda Metro Jaya, tapi diamankan
sementara oleh petugas yang berjaga di Komplek Parlemen untuk didata dan dimintai
keterangan. "Ya diamankan, bukan ke Polda, masih di sini (DPR), diduga indikasi kelompok-
kelompok anti kemapanan," ujarnya.
Polda Metro Jaya telah menegaskan tidak menerbitkan surat izin keramaian yang diperlukan
untuk menggelar unjuk rasa. Kepolisian menolak memberikan izin atas dasar Peraturan Gubernur
Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang melarang
digelarunjuk rasa selama PSBB diberlakukan.
Kapolri Jenderal Idham Azis juga melarang adanya unjuk rasa di tengah pandemi virus Covid-19
lewat instruksi yang disampaikan dalam TR bernomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 per 2 Oktober
2020.
620

