Page 743 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 743

TOLAK OMNIBUS LAW, SP PT PLN DUKUNG JR

              - Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja (SP) PT PLN menyatakan sikap menolak Undang-Undang
              Cipta Kerja. Mereka juga siap mendukung upaya hukum untuk membatalkannya melalui judicial
              review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

              Ketua  Umum  DPP  SP  PLN  M.  Abrar  Ali  mengatakan,  telah  menginstruksikan  kepada  seluruh
              Dewan  Pimpinan  Daerah  (DPD),  Dewan  Pimpinan  Cabang  (DPC)  dan Dewan  Pimpinan  Anak
              Cabang (DPAC) Serikat Pekerja PT PLN (Persero) dari Tanah Aceh sampai Tanah Papua, baik
              pengurus maupun anggota untuk melaksanakan instruksi organisasi.

              Rabu, 7 Oktober 2020 - 00:05  "Di antaranya melakukan doa bersama untuk kepentingan para
              pekerja seluruh Indonesia agar UU Cipta Karya (Omnibus Law) tersebut segera dibatalkan," ujar
              dia, Selasa (6/10/2020).

              Kemudian, memasang spanduk penolakan UU Cipta Kerja di seluruh kantor atau unit kerja PT
              PLN (Persero) dari Tanah Aceh sampai Tanah Papua. Demo aksi turun ke jalan bersama peserta
              demo  aksi  lainnya  dari  elemen-elemen  unsur  serikat  pekerja/buruh  maupun  organisasi
              masyarakat yang perduli dengan hak-hak pekerja Indonesia.

              Selasa, 6 Oktober 2020 - 23:52  Imbauan untuk melakukan demo aksi turun ke jalan tersebut
              dilakukan secara perwakilan per zona atau wilayah bagi pengurus atau anggota yang bisa ikut
              berpartisipasi dengan membawa atribut-atribut organisasi SP PLN.

              Tentunya dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di masing-masing daerah dan melalui
              koordinasi dengan DPP SP PLN, serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku
              serta mentaati prosedur / protocoler kesehatan pencegahan penularan wabah COVID-19.

              Rabu,  1  Mei  2019  -  22:11    "Mendukung  dan  ikut  serta  dengan  berbagai  elemen  Serikat
              Pekerja/Serikat  Buruh  dan  elemen  masyarakat  lainnya  untuk  dilakukannya  uji  materiil  atau
              Judicial Review Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) ke Mahkamah Konstitusi Republik
              Indonesia," jbeber Abrar.

              Terkait dengan rencana mogok nasional, ia menilai, belum saatnya untuk menginstruksikan hal
              tersebut  kepada  seluruh  pengurus  dan  anggotanya.  Walau  SP  PLN  punya  dasar  untuk
              melaksanakan mogok kerja dikarenakan terhentinya perundingan PKB antara SP PLN dengan
              Direksi PLN sejak bulan September 2016.

              "Namun meskipun begitu, SP PLN tetap berkomitmen untuk mendukung Aksi Penolakan UU Cipta
              Kerja (Omnibus Law) tersebut selama dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
              yang berlaku. Dan untuk itu SP PLN telah menunjuk Wakil Sekjend II Parsahatan Siregar sebagai
              PIC  atau  Koordinator  yang  bertanggung  jawab  mengkoordinir  semua  kegiatan  yang  akan
              dilakukan oleh SP PLN dalam rangka Menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law)," kata Abrar.

              Abrar  menambahkan,  SP  PLN  akan  segera  berkoordinasi  dengan  beberapa  elemen  serikat
              pekerja/buruh lainnya maupun dengan federasi serikat pekerja yang ada  guna bersama-sama
              menyiapkan  upaya  hukum  untuk  melakukan  uji  materil  atau  judicial  review  ke  Mahkamah
              Konstitusi.

              "SP  PLN  yakin  bahwa  hal  tersebut  akan  membuahkan  hasil,  selama  semua  pihak  saling
              mendukung untuk melakukan upaya tersebut. Dan diiringi dengan doa dari seluruh masyarakat
              Indonesia khususnya para pekerja/buruh beserta keluarganya," pungkas dia.

              (dai).



                                                           742
   738   739   740   741   742   743   744   745   746   747   748